Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sah, Operasional Odong-odong di Siantar Ilegal dan Dilarang

Gugatan hukum yang dilayangkan warga bersama 15 pengacara terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait maraknya operasional kendaraan odong

Bagikan:
Kedua Belah Pihak Sepakat Operasional Odong-odong Ilegal Dan Dilarang (Foto : Ridho Harahap)
Kedua Belah Pihak Sepakat Operasional Odong-odong Ilegal Dan Dilarang (Foto : Ridho Harahap)
A A

nusantaraterkini.co,  — Gugatan yang dilayangkan warga bersama 15 pengacara terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, terkait maraknya operasional kendaraan di Kota Pematangsiantar, akhirnya membuahkan hasil. 

Dalam sidang mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, yang dilaksanakan pada Selasa siang (3/5/2025), para pihak sepakat menyatakan bahwa kendaraan odong-odong merupakan yang dan hukum.

Kesepakatan tercapai antara kuasa penggugat, Pondang Hasibuan SH, dan perwakilan tergugat dari Sat Lantas Polres , Iptu Friska Susana. 

Dalam pernyataan resminya, Pondang menegaskan bahwa kedua belah pihak telah bersepakat untuk menyatakan kendaraan modifikasi berbasis sepeda motor dengan bak penumpang yang kerap disebut tidak memenuhi standar teknis dan karoseri yang ditetapkan peraturan perundang-undangan.

"Odong-odong adalah pelanggaran hukum. Tidak memenuhi spesifikasi teknis, dan tidak layak dioperasikan di jalan umum," tegas Pondang. 

Ia juga menyatakan bahwa Polres Pematangsiantar telah berkomitmen akan melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan semacam itu.

"Penindakan mencakup penyitaan unit kendaraan yang tidak sesuai peraturan. Ini adalah komitmen bersama untuk menegakkan hukum dan menjaga keselamatan warga," lanjutnya.

Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri proses gugatan dan akan dikukuhkan dalam putusan resmi yang dijadwalkan dibacakan oleh majelis hakim pada 16 Juni 2025 mendatang.

Penggugat utama, Rindu Erwin Marpaung, menyampaikan apresiasinya kepada Polres Pematangsiantar atas langkah kooperatif mereka dalam menyikapi persoalan ini. Ia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan kemenangan bagi ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di Kota Pematangsiantar.

"Selama ini odong-odong beroperasi secara sembarangan, tanpa rute yang diatur, menimbulkan kebisingan, bahkan membahayakan pengguna jalan lainnya. Kini ada kepastian hukum bahwa praktik semacam itu akan ditindak tegas," ujarnya.

Dengan larangan resmi ini, Kota Pematangsiantar mengambil langkah konkret dalam membenahi sistem transportasi lokal, demi menjamin keamanan dan ketertiban publik.

(Rdo/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru