Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Saat Momen Nyoblos Pemilu Jadi Ajang Silaturahmi WNI di Bulgaria

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kolase foto suasan pemilu di Sofia, Bulgaria, Sabtu (10/2/2024).(KOMPAS.COM/DOK. KPPS TPS Sofia, Bulgaria)

Nusantaraterkini.co, LAMPUNG - Proses pemungutan suara di luar negeri menjadi ajang silahturahmi bagi WNI. Para warga bercengkrama di tengah kesibukan bekerja dengan suasana pemilu.

Cerita itu dibagikan salah seorang warga Lampung Beni Handoko yang kini tinggal di Sofia, Bulgaria. Beni menceritakan, meski warga negara yang datang ke TPS tidak terlalu banyak, namun suasana pemilu sangat terasa dan meriah.

"Nggak terlalu ramai, saya aja kesiangan," katanya dihubungi melalui WhatsApp, dikutip Kompas.com, Senin (12/2/2024) siang.

Baca Juga : Waspada! Ini Penyakit yang Banyak Mengintai Usai Lebaran

Waktu pencoblosan di Sofia digelar pada Sabtu (10/2/2024), lebih dahulu dibanding di Tanah Air. Suasananya pun seperti pertemuan reuni antar Diaspora yang penuh keakraban.

Dia mengatakan, hari pencoblosan bukan tanggal merah di sana, yang berarti tidak libur kerja maupun aktivitas lain.

"Sebagian juga nggak libur kerjanya. Jadi selesai nyoblos balik ke kerjaan masing-masing," tutur dia.

Baca Juga : Gaya BCL saat Nyoblos Bikin Kaget, Istri Tiko Aryawardhana Bela-bela Naik Motor Lewat Gang Sempit

Karena sebagian besar WNI di Sofia sudah saling mengenal dan jarang bertemu akibat kesibukan masing-masing, proses pemungutan suara seperti menjadi ajang silahturahmi dadakan.

Warga saling bersapa dan bercengkrama sambil menikmati hidangan ringan yang disediakan KPPS di lokasi.

"KPPS sih nyediain, makan biasalah, kopi, teh, sama makan siang ala orang Indonesia pakai nasi, sayur, ikan, sama ayam," kata dia.

Baca Juga : Gaya Kahiyang Ayu Dibandingkan dengan Selvi Ananda, saat Nyoblos Pilkada Bareng Bobby Nasution

KPPS TPS 01 Sofia, Edy Zulham Tobing, membenarkan cerita Beni tentang proses pemungutan suara menjadi ajang silahturahmi dadakan.

"Ini biasa kami lakukan (KBRI) di setiap pertemuan yang melibatkan masyarakat, karena mereka dari beberapa kalangan dan tinggalnya juga beberapa ada di luar kota Sofia," kata Edy dihubungi dari Bandar Lampung.

Edy menjelaskan, karena merasa senasib sepenanggungan di negeri orang, semangat kekeluargaan di antara warga sangat erat.

Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

"Umumnya setelah memilih pasti tidak langsung pulang, biasanya mereka bercengkrama dan memanfaatkan momen itu sebagai bentuk silaturahmi," tutur dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sofia, Yessi mengungkapkan, pelaksanaan pemilu di Sofia dengan lancar dan penuh kehangatan.

Dari total jumlah pemilih yang terdaftar, 87 persen pemilih telah memberikan hak suaranya. Menurut Yessi, agar suasana pemilu berlangsung hangat dan meriah, pihaknya menyediakan makanan khas Indonesia yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga : Wacana Pilkada via DPRD, PAN Tekankan Penegakan Hukum Terhadap Money Politics

"Selain itu, panitia juga membuatkan photo booth pemilu sebagai media ekspresi masyarakat yang telah memberikan suaranya. Alhamdulillah semua berjalan lancar," kata dia.

Dubes: Pemilu di Bulgaria berlangsung meriah

Duta Besar (Dubes) RI untuk Bulgaria, Iwan Bogananta, juga mengapresiasi pelaksanaan pemilu di wilayah negara itu.

"Alhamdulillah, dari pantauan kami pelaksanaan pemilu berlangsung meriah, hangat, dan semua masyarakat mendapatkan hak pilihnya," beber Iwan.

Iwan yang juga menjadi Dubes untuk Albania dan Makedonia Utara itu membenarkan ada keakraban antara keluarga besar KBRI Sofia dengan masyarakat Indonesia yang ada di negara itu.

Sehingga setiap momen pertemuan seperti Pemilu ini seakan menjadi ajang silaturahmi yang penuh kekeluargaan. Dubes juga mengapresiasi kinerja kerja Penyelanggara Pemilu dan KPPS yang bertugas pada hari pencoblosan Sabtu pekan lalu.

"Dalam melaksanakan pemilu kemarin saya selalu menekankan kepada para penyelenggara agar menjaga netralitas dan layani para pemilih sebaik-baiknya," tutur dia.

Lantaran pelaksanaan pemilu di Bulgaria bersamaan dengan kampanye terakhir di tanah air, dan menjelang masa tenang kampanye, Iwan sempat mengingatkan agar petugas dan diplomat menjaga netralitas mereka dan berkampanye di TPS.

"Saya yakin pemilih di wilayah kita ini adalah pemilih cerdas," pungkasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)