Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Hari Ini Diprediksi Konsolidasi di Rp17.850–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah hari ini diprediksi bergerak konsolidasi di Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS setelah menguat tipis. Investor menanti data ekonomi domestik.

Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak relatif terbatas pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Pelaku pasar masih mencermati perkembangan dolar AS sekaligus menunggu sejumlah indikator ekonomi domestik yang akan dirilis pekan ini.

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa (6/10/2026), rupiah ditutup menguat tipis 6 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.911 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia pada perdagangan sebelumnya berlangsung beragam, meski secara umum masih berada dalam tekanan.

Dolar Taiwan menjadi mata uang Asia yang mencatat penguatan paling besar terhadap dolar AS, yakni 0,07 persen. Yuan China menyusul dengan kenaikan 0,02 persen, sementara yen Jepang menguat 0,01 persen.

Rupee India dan ringgit Malaysia juga masing-masing naik 0,01 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang yang mengalami pelemahan terdalam, yakni 0,27 persen. Won Korea Selatan juga turun 0,21 persen.

Adapun dolar Hong Kong, dolar Singapura, dan baht Thailand masing-masing melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah antara lain ditopang oleh meredanya tekanan terhadap dolar AS serta penurunan imbal hasil atau yield US Treasury.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya ekspektasi investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengambil kebijakan yang lebih dovish seiring munculnya tanda-tanda perlambatan ekonomi AS.

Meski demikian, ruang penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Dari dalam negeri, investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menunggu sejumlah data ekonomi penting Indonesia yang dijadwalkan keluar pekan ini.

Beberapa indikator yang menjadi perhatian pasar antara lain data cadangan devisa (cadev), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta data penjualan ritel.

Rilis sejumlah indikator tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat kondisi ekonomi domestik sekaligus menentukan arah pergerakan rupiah dalam perdagangan selanjutnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru