Rizky Cahyadi Berbagi Pengalaman dalam Pelatihan Fotografi Dasar Pemko Medan
Rizky Cahyadi berbagi teknik dan pengalaman fotografi jurnalistik dalam Pelatihan Fotografi Dasar Pemko Medan.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Fotografi jurnalistik tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam mengoperasikan kamera, tetapi juga kejelian membaca situasi, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menangkap momen yang memiliki nilai berita.
Hal tersebut disampaikan fotografer jurnalistik, Rizky Cahyadi, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Fotografi Dasar yang digelar Persatuan Wartawan Pemko Medan bersama Walikota Medan di Mall Pelayanan Publik Medan, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi peserta untuk mengenal dasar-dasar fotografi sekaligus memahami pengalaman dan tantangan yang dihadapi fotografer ketika bekerja di lapangan.
Dalam pemaparannya, Rizky menceritakan perjalanan kariernya di dunia fotografi yang dimulai sejak menempuh pendidikan pada 2005. Ia mengawali karier sebagai fotografer di Harian Tribun, kemudian menjadi kontributor hingga bergabung dengan agensi berita internasional, Anadolu Agency.
Menurut Rizky, seorang fotografer jurnalistik harus memiliki respons cepat dalam melihat dan menentukan momen. Sebab, peristiwa penting dapat berlangsung hanya dalam hitungan detik.
"Fotografer itu harus cepat dan berpikir cerdas. Kita harus bisa mengasah intuisi dan insting, jangan cepat puas dengan satu angle saja," ujar Rizky.
Ia mengatakan, kemampuan fotografi juga tidak semata-mata ditentukan oleh mahalnya peralatan. Kreativitas dan kepekaan fotografer dalam melihat sebuah peristiwa menjadi hal penting dalam menghasilkan foto yang memiliki cerita.
Rizky kemudian membagikan pengalamannya ketika menggunakan ponsel pintar dengan harga sekitar Rp2,1 juta saat sedang mengantre di sebuah SPBU. Saat itu, ia melihat seorang anak yang sedang membaca di tengah antrean kendaraan.
Menurutnya, momen sederhana tersebut dapat menjadi sebuah foto yang menarik karena memiliki cerita. Pengalaman itu sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan perangkat bukan alasan untuk berhenti menghasilkan karya fotografi.
Selain berbicara mengenai teknik dan insting, Rizky juga menceritakan pengalamannya menjalankan tugas jurnalistik dalam liputan investigasi dan bencana.
Salah satu pengalaman yang dibagikannya adalah ketika melakukan peliputan terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar untuk kepentingan industri. Peliputan tersebut, kata dia, sempat menghadirkan risiko terhadap keselamatannya, termasuk intimidasi dan ancaman pembunuhan.
"Ketika karya yang saya buat adalah untuk kemaslahatan publik, saya yakin harus tetap bertahan," pungkasnya.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTSinergi Pemprov Sumut, ESDM dan PLN Kejar Target 100 Persen Listrik Desa
Herman Saleh Harahap·20 menit yang lalu -
NASIONALMenaker: Pemagangan Nasional Pangkas Kesenjangan Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
KOTA MEDANRizky Cahyadi Berbagi Pengalaman dalam Pelatihan Fotografi Dasar Pemko Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
KRIMINALMantan Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Aliran Uang BUMN
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANRico Waas Minta Calon Pensiunan ASN Tetap Berkarya
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PAPUA TERKINISenator Filep Wamafma Terus Perjuangkan Peningkatan Revitalisasi Sekolah di Papua Barat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
NEWSRumah Dinas Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Akan Ditindak Tegas
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan