Rencana Pembatasan BBM Subsidi: Komaidi Berharap Pemerintah Tegas Siapa yang Berhak Menerimanya
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pemerintah berencana bakal membatasi pembeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai tahun ini.
Menanggapi hal itu, Pengamat Energi Komaidi Notonegoro menerangkan, implementasinya di lapangan tidak mudah dan akan sangat kompleks.
Baca Juga : Pilih Bertahan di Eropa, Ole Romeny Tolak Tawaran Gabung Persib Bandung
"Artinya, belum akan menyelesaikan permasalahan. (Malah) bisa menimbulkan masalah baru karena kalau pilihannya pembatasan kan, nanti kemudian akan banyak hal yang harus dilakukan oleh pemerintah, termasuk siapa yang berhak itu paling mendasar," kata Komaidi, Selasa (19/3/2024).
Komaidi juga mempertanyakan, parameter pemerintah dalam menentukan siapa yang nantinya kemudian berhak mendapatkan Pertalite tersebut ketika sudah dibatasi.
"Nah, karena ini berkaitan dengan transportasi kan kemudian batasannya apa kan begitu. Apakah cubic centimeter (CC) atau tahun, sementara kalau kedua parameter itu akan dipakai belum tentu datanya akan valid," urainya.
Baca Juga : Kalahkan Wolves 2-1, Mikel Arteta Akui Arsenal Sempat Tampil Mengecewakan di Babak Pertama
Ia pun mencontohkan apabila parameter yang digunakan berdasarkan CC, maka kendaraan yang memiliki CC besar tidak akan berhak. Sebaliknya hanya kendaraan CC kecil yang berhak.
Sementara lanjut Komaidi, saat ini banyak mobil baru dengan CC kecil, namun tergolong mobil mewah misalnya buatan Jepang maupun Eropa yang telah menggunakan mesin Turbo dan membuat CC mobilnya menjadi lebih kecil.
"Misalnya katakan sedan ada yang CC 1500 tapi sudah setara dengan yang dulunya katakan 3000 atau 4000 bahkan. Nah kalau itu katakanlah dapat, sementara yang 1500 yang biasa tidak dapat atau yang 2000 tidak dapat, inikan tidak pas juga," jelasnya.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute itupun menambahkan, sementara kalau parameternya tahun, maka menurutnya mobil keluaran tahun terbaru, namun tergolong mobil mewah seperti BMW atau Mercedes yang berhak membeli.
Sementara mobil-mobil yang sudah lama dimiliki masyarakat pada umumnya dengan harga yang jauh di bawah itu tidak dapat, itu juga akan dipertanyakan keadilannya.
Oleh sebab itu, Komaidi menyarankan pemerintah, cara efisien jika ingin diberlakukan pembatasan maka pemerintah harus tegas memutuskan siapa saja yang berhak menerima BBM subsidi ini.
(cw1/nusantaraterkini.co)
