Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Raditya Arief, Mahasiswa Tunanetra UI Lulus dengan Predikat Cumlaude dengan IPK 3,85

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Raditya Arief, Mahasiswa Disabilitas Lulus dengan Predikat Cumlaude. (Foto: Dok. UI)

Nusantaraterkini.co - Raditya Arief Putrasetiawan berhasil membuktikan keterbatasan fisik bukanlah halangan dalam menggapai cita-cita. 

Dilansir dari Kompas.com, Radit terlahir dengan kondisi tunanetra. Namun ia berhasil menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Indonesia (UI) dengan predikat cumlaude

Radit berhasil memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 dalam waktu 3,5 tahun di Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).

Baca Juga : Dompet Dhuafa Resmi Lantik Dr Aza El Munadiyan sebagai Ketua STIM Budi Bakti 2026-2030  

Radit mengatakan prestasi yang diraihnya tak lepas dari dukungan yang ada di lingkungan UI, Keluarga, kampus, dan teman-teman yang merupakan pihak yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pendidikannya. Menurut Radit, dalam berproses, kendala akan selalu ada. 

“Namun, berkat support system yang bagus, dosen dan teman-teman yang banyak membantu, kendala-kendala tersebut bisa teratasi”, ujar Radit, dilansir dari laman UI.

Perkembangan teknologi digital saat ini telah mempermudah mengakses akan materi perkuliahan, karena bahan-bahan perkuliahan yang berbentuk teks dapat dikonversikan menjadi audio. 

Baca Juga : Legislator Habib Syarief Dorong Penanganan Kasus Bullying di Sekolah Secara Komprehensif

Tentu saja hal ini memudahkan teman-teman tunanetra saat belajar. Selain itu, berlimpah ruahnya e-book dan artikel di berbagai jurnal yang tersedia di perpustakaan juga sangat membantu dirinya dalam menyelesaikan tugas kuliah dan penelitian tugas akhir. 

Topik penelitian yang diangkat Radit bertajuk "Minat dan Motivasi Penyandang Tunanetra dalam Pembelajaran Bahasa Arab". Alasannya mengangkat topik itu karena saat ini melembaknya penyandang tunanetra yang memiliki ketertarikan pada bahasa.

Peran bahasa dianggap penting oleh penyandang tunanetra, terutama sebagai modal guna mendapatkan prospek kerja yang lebih baik. 

Baca Juga : Ekonom: Perlu Rp10.000 T Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Sektor Energi Bisa Jadi Penggerak

Radit mengklaim banyaknya peminat bahasa Arab lantaran keindahan struktur dan keunikan bahasa itu sendiri. Selain itu, bagi para tunanetra muslim, tentu terselip keinginan kuat untuk mampu membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran langsung dari sumbernya.

Meski demikian, tak sedikit teman-teman tunanetra yang takut menempuh pendidikan umum. Mengingat banyaknya kendala pada akses pembelajaran bagi para disabilitas.

Namun, ketakutan tersebut terbantah dengan keberhasilan Radit yang mampu membuktikan bahwa penyandang disabilitas dapat bersaing dan berprestasi.

Baca Juga : Pakar: Batalkan Negosiasi dan Jangan Panik Imbas 32% Tarif Trump

Ibu bilang, sejak kecil Radit suka Matematika

Sebagai sosok support system nomor satu, tentu keberhasilan Radit membuat ibundanya haru dan bangga saat mendampingi anaknya mengikuti prosesi wisuda. AlIbu Nira, sapaan akrabnya, menuturkan perjuangan anaknya dalam menempuh pendidikan formal.

“Banyak sekali perjuangan yang ditempuh hingga ada di titik ini. Dari dia yang tidak bisa sampai dia berusaha. Saya selalu mengatakan kamu bisa. Saya bahagia, dia mau berusaha,"

Baca Juga : Penertiban Pria Diduga Tunanetra oleh Petugas Dinsos di Pematangsiantar Tuai Kecaman

Bu Nira mengatakan, dulu Radit sangat menyukai mata pelajaran Matematika dan Fisika. Namun, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Radit harus mengubur mimpinya. Kondisi fisik menghalanginya untuk menempuh pendidikan di bidang sains dan teknologi. 

Meski begitu, Radit tak pantang menyerah. Ia tetap memaksimalkan nilai-nilai mata pelajaran sosial, sehingga dapat masuk UI melalui SNMPTN jalur undangan. 

Dengan peraihan prestasi sang buah hati, Nira berharap anaknya dapat terus melanjutkan mimpi-mimpinya. Harapannya akan akses pendidikan dan pekerjaan di Indonesia untuk para disabilitas semakin terbuka, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkannya. 

Baca Juga : Viral Pria Bermotor Sport Suruh Tunanetra Ngamen di SPBU Siantar, Diberi Kardus lalu Ditinggal

Nira yakin, penyandang disabilitas lainnya yang juga mampu berkompetisi dan bersaing di bidang apa pun, asalkan mereka diberi kesempatan yang sama untuk memiliki akses dalam mengembangkan diri.

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Kompas.com