Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Putri Sulung Wartawan Sempurna Pasaribu ke Kapolda Sumut: Tolong Saya Pak, Sudah Sebatang Kara Saya!

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Ari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Eva Pasaribu (kaos merah muda), putri sulung almarhum Sempurna Pasaribu saat mendatangi meminta atensi kepada Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam Effendi untuk mengusut kebakaran rumah yang merenggut empat nyawa keluarganya, Minggu (30/6/2024)./Ist

Nusantaraterkini.co, KARO - Kapolda Sumatera Utara Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi disambut bahagia keluarga Sempurna Pasaribu, wartawan yang meninggal dunia terbakar di dalam rumah bersama istri, anak, dan cucunya. 

Komjen Agung didampingi Plh Kapolres Tanah Karo Oloan Siahaan mendatangi kediaman keluarga Sempurna di Jalan Irian, Kabanjahe, Kabupaten Karo. 

Agung tampak disambut bahagia keluarga korban yang memang sudah berkumpul di dalam rumah. 

Baca Juga : Pj Gubernur Fatoni 'Angkat Topi' Polda Sumut Raih Kompolnas Awards 2024

Agung menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa jurnalis media online Tribrata TV, Sempurna Pasaribu dan tiga keluarganya. 

Kapolda juga turut memberikan tali asih kepada keluarga korban. Ia berbincang sekitar 20 menit kepada keluarga korban. Terlihat hadir juga di dalam rumah tersebut Dandim 0205/TK Letkol Inf Ahmad Rangkuti.

Saat hendak meninggalkan rumah duka menuju Mapolres Tanah Karo, seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Eva Pasaribu, putri sulung Sempurna Pasaribu, langsung menghampiri Komjen Agung lagi. 

Baca Juga : Ini Permintaan Putri Sulung Sempurna Pasaribu saat Dikunjungi Kapolda Komjen Agung Setya Imam

"Pak pak, di sini dululah bapak sebentar lagi. Tolong saya pak, sudah sebatang kara saya, tolong ya pak," tangis Eva memohon kepada Komjen Agung. 

Eva juga sempat mengutarakan ingin berbicara empat mata dengan Komjen Agung. 

"Kalau ada waktu pingin aku ngobrol empat mata sama bapak," ucap Eva lagi dengan linangan air mata. 

Kapolda pun tersenyum sembari memberikan pengertian kepada Eva. Karena situasi ramai, keluarga lainnya berusaha menenangkan Eva. 

Lantas Kapolda langsung bergegas bersama rombongan menuju Mapolres Tanah Karo. 

Kepada awak media, Eva mengaku sangat senang dengan kehadiran Kapolda Sumut. 

"Terima kasih karena sudah datang ke sini, sudah ada perhatian dari bapak Kapolda. Harapan saya supaya ini bisa diusut sampai selesai," pinta Eva.

Minta Polisi Transparan

Diberitakan sebelumnya, Pemimpin Redaksi (Pemred) media online Tribrata TV angkat bicara soal kebakaran di rumah wartawannya Sempurna Pasaribu (47) di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, Karo, yang merenggut empat korban jiwa. 

Edrin menyampaikan, sebelum kebakaran terjadi, korban memang menuliskan tiga artikel berita yang telah dipublish terkait dugaan judi melibatkan oknum aparat di Kabanjahe. 

Selepas menerbitkan berita, Edrin yang khawatir pernah menanyakan kondisi almarhum dan dijawab oleh korban kalau kondisinya masih aman. 

"Beberapa kali kutanya ngakunya aman-aman saja," ujarnya ketika dikonfirmasi Nusantaraterkini.co, Jumat (28/6/2024). 

Edrin juga menanyakan kondisi keamanan wartawannya kepada rekan-rekan wartawan yang lain. Dan dari situlah diketahui kalau korban sudah beberapa hari tidak pulang karena keselamatannya terancam. 

"Kawan-kawannya bilang beberapa hari ini dia gak pulang bang Kenapa gak pulang? Mungkin menjaga-jagalah," ujarnya. 

Usai beberapa hari tidak pulang, Rabu (26/6/2024) tengah malam korban kembali ke kediamannya. Sempurna pulang ditemani kawan-kawan wartawan. 

"Malam itu diantar kawan inilah (korban) pulang ke rumahnya jam dua belas malam," kata Edrin. 

Malang bagi korban, Kamis (27/6/2024) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, api berkobar melahap seisi rumahnya yang berukuran sekitar 3x15 meter. Kebakaran semakin membara karena adanya bensin eceran dan tabung gas di dalam rumahnya. 

Kebakaran mengerikan ini merenggut empat nyawa. Keempatnya termasuk Sempurna Pasaribu, lalu istrinya, Elfrida Ginting (48), anaknya, Sudi Investi Pasaribu (12) dan cucunya, Loin Situngkir (3). 

Edrin melanjutkan, atas peristiwa kebakaran yang dirasa ada kejanggalan ini, dia berharap polisi dapat mengusutnya secara transparan. 

"Kita berharap kasus ini bisa terungkap dengan jelas, terbakar atau dibakar, atau bagaimana. Kita berharap polisi mengungkapnya dengan transparan," tukasnya. 

(fer/cw5/nusantaraterkini.co)