PT DMS Timbulkan Bau Tak Sedap hingga Serangan Lalat, Warga Khawatirkan Dampak Kesehatan
Hasil limbah menggangu kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Dalanta Marsada Sukses (DMS) menimbulkan bau tak sedap dan lalat sehingga dikawatirkan mengancam kesehatan masyarakat Desa Lae Bingke dan Desa Sigodung, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Informasi yang dihimpun, warga mengeluhkan keberadaan pabrik yang mengancam kesehatan mereka tersebut.
Salah satu warga, Boru Tinambunan (48) mengatakan sekali dua minggu mereka merasakan bau tak sedap serta jutaan lalat yang berterbangan.
BACA JUGA: Komisi XII Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Jaga Kelestarian Lingkungan
"Baunya menyengat dan timbulkan mual, hingga hilang selera makan," ucapnya, Sabtu (7/6/2025).
Ia juga sesalkan banyaknya lalat yang berterbangan sejak pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut beroperasi.
"Terganggu lah kita makan Pak! Akibat banyaknya lalat," ujarnya.
Keberadaan PT DMS yang sepengetahuan masyarakat tidak pernah diresmikan dan langsung beroperasi tidak mengetahui sama sekali soal izin serta sejauh mana pengolahan limbah pabrik tersebut.
Satu warga Desa Sigodung yang juga berdampingan dengan Pabrik DMS, Simatupang, merupakan asli putra daerah juga mengeluhkan kondisi pencemaran udara.
"Seminggu sekali atau dua minggu sekali kita akan mencium aroma tak sedap hingga menimbulkan mual," ujarnya.
Merebaknya isu dugaan PT DMS tidak menangani limbahnya dengan baik dan mencemari udara dan aliran air, setelah anggota Komisi C DPRD Tapteng, Famoni Gulo melakukan kunjungan kerja kelokasi Pabrik.
BACA JUGA: Minta Masukan Soal Lingkungan Hidup, Eddy Soeparno Bertemu Prof Emil Salim
"Hasil limbah menggangu kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan," ujarnya Rabu (28/05/2025) lalu.
"Saya berharap kepada pemerintah daerah untuk sementara waktu pabrik tersebut ditutup karena diduga ilegal karena tidak memiliki izin," timpalnya.
Kabid Dinas Lingkungan Hidup Tapteng, Togu Hutajulu mengungkapkan, soal izin hasil pengolahan limbah Pabrik DMS sudah memenuhi standar.
"DLH Tapteng per semester menerima surat hasil dari Laboratorium yang mencek sisa hasil buangan limbah PT DMS," jelasnya.
Dikonfirmasi kembali terkait apakah pernah DLH Tapteng turun melihat langsung sejauh mana pola pengecekan hasil buangan limbah pabrik DMS.
"Kita baru sekali turun dan melihat langsung pada tahun 2023, setelah itu per semester kita hanya dikirimin surat setiap hasil pengecekan laboratorium oleh pihak perusahaan," tutupnya.
(jsm/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·28 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Analis Ungkap Saham yang Layak Dicermati
hendra·33 menit yang lalu -
KRIMINALPolres Padangsidimpuan Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja, Satu Pelaku Diringkus
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·10 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan