Nusantaraterkini.co, NEW YORK - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela mencapai titik ekstrem setelah Washington melancarkan operasi militer besar-besaran ke wilayah Venezuela. Dalam operasi tersebut, pasukan elite AS Delta Force menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, lalu menerbangkan keduanya keluar dari negara tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi itu melalui akun Truth Social miliknya.
BACA JUGA : Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap, Tiba di New York di Bawah Pengawalan Ketat FBI
“Amerika Serikat telah melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela. Presiden Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara itu,” tulis Trump, dikutip dari CNN, Minggu (4/1/2025).
Lantas, siapa sebenarnya sosok Nicolas Maduro?
Dari Sopir Bus hingga Istana Presiden
Nicolas Maduro Moros lahir pada 23 November 1962. Jejak politiknya sudah terbentuk sejak usia muda, jauh sebelum ia masuk lingkaran kekuasaan. Maduro sempat bekerja sebagai sopir bus, sembari aktif dalam gerakan buruh dan serikat pekerja transportasi.
Karier politik formalnya dimulai saat ia terpilih menjadi anggota Majelis Nasional Venezuela pada tahun 2000. Kedekatannya dengan Presiden Hugo Chavez kemudian membuka jalan ke jabatan strategis di pemerintahan.
Di era Chavez, Maduro dipercaya mengemban sejumlah posisi penting, mulai dari Menteri Luar Negeri hingga Wakil Presiden. Ketika Chavez wafat pada 5 Maret 2013, Maduro muncul sebagai figur utama penerus revolusi Bolivarian.
Pemilihan presiden khusus digelar pada 14 April 2013, dan Maduro yang diusung Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 50,62 persen. Ia resmi dilantik sebagai presiden pada 19 April 2013.
Konflik Panas dengan Trump dan Tuduhan Narkoterorisme
Hubungan Maduro dengan Donald Trump telah memanas sejak lama. Salah satu sumber konflik utama adalah tuduhan Washington bahwa Maduro terlibat langsung dalam jaringan perdagangan kokain menuju Amerika Serikat.
Puncaknya terjadi pada November 2025, ketika Pemerintah AS menetapkan kartel Venezuela sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO). Kartel yang dimaksud adalah Cartel de los Soles atau Kartel Matahari, yang menurut AS dikendalikan oleh Maduro dan elite militer Venezuela.
“Kelompok ini bertanggung jawab atas aksi kekerasan dan terorisme yang mengancam kawasan kami,” ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dikutip dari AFP, Selasa (25/11/2025).
Dakwaan Berlapis Menanti Maduro di Pengadilan AS
Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan bahwa Maduro akan diadili di pengadilan Amerika. Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (3/1), Bondi merinci dakwaan berat yang disiapkan untuk Presiden Venezuela tersebut.
- Maduro didakwa atas sejumlah pasal, antara lain:
- Konspirasi Narkoterorisme
- Konspirasi Impor Kokain
- Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak
- Konspirasi Kepemilikan Senjata Berat untuk Melawan AS
Bondi menegaskan, Maduro akan “menghadapi murka keadilan Amerika di tanah Amerika.”
(Dra/nusantaraterkini.co).
