Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pria yang Diamankan Polisi saat Ricuh di Sampali Ternyata Korban Pembacokan Preman, Warga Minta Bebaskan

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Ari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penampakan satu unit mobil Damkar dibakar saat ricuh di Jalan H Anif Sampali. (Foto: Ari/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pembongkaran bangunan di lahan eks HGU PTPN II di Jalan H Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang berujung ricuh, Kamis (11/7/2024) kemarin.

Kericuhan ini mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka akibat diserang preman. Begitu juga dengan beberapa petugas yang mengalami luka-luka dan ada 1 unit mobil Damkar Pemkab Deliserdang dibakar massa.

Pascabentrok, polisi mengamankan 3 orang yang diduga sebagai provokator kericuhan. Ketiganya yakni berinisial RN (46), A (48), dan HL (42) yang keseluruhannya merupakan warga Kecamatan Medan Tembung. 

Baca Juga : Pemilik Panti Diduga Cabuli Anak Asuh, Kepala Desa Sampali: Ini Mencoreng Nama Baik Desa!

Informasi dihimpun salah seorang pria berinisial RN alias Tuek, ternyata pernah menjadi korban pembacokan preman bernama Kamiso di Jalan H Anif Desa Sampali. 

Aksi pembacokan yang terjadi Jumat (3/5/2024) silam ini bahkan sempat viral di media sosial, karena kondisi korban yang berlumuran darah dibacok di tangannya. Terhadap pelaku bernama Kamiso sudah ditahan polisi.

Panjaitan salah seorang warga ketika dihubungi NusantaraTerkini.co mengatakan dalam kericuhan yang terjadi Kamis kemarin, RN alias Tuek juga menjadi korban pengerusakan.

Baca Juga : Polisi Tangkap Pelaku yang Habisi Wanita dengan Pisau Tertancap di Perut di Desa Sampali

"Mobilnya dan rumahnya dirusak (saat ricuh), beberapa warga juga rumahnya dirusak preman," ujarnya.

Oleh sebab itu, RN alias Tuek juga sedang berupaya membuat laporan di Polrestabes Medan atas kasus perusakan yang dialaminya.

Namun, saat membuat laporan ke Polrestabes Medan, RN malah diperiksa atas dugaan sebagai provokator.

"Kami harap warga yang diamankan segera dibebaskan dan laporan warga yang menjadi korban juga diproses," tukasnya.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi saat petugas Satpol PP Deliserdang hendak merubuhkan bangunan di atas lahan 65 Dusun 24, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (11/7/2024) pagi. 

Warga sempat blokade badan jalan dengan membakar ban bekas. Tapi, kemudian petugas bisa mengurai massa. Anehnya, dalam penertiban itu terlihat ramai preman yang turut menyerang warga.

Atas kejadian ini polisi mengamankan tiga orang pria yang diduga sebagai provokator kericuhan dan menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan.

(cw5/nusantaraterkini.co)