nusantaraterkini.co, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin jalannya upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu pagi (1/10/2025).
Prabowo yang tampil mengenakan jas abu-abu tiba di lapangan upacara sekitar pukul 08.00 WIB. Ia memasuki arena didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara posisi komandan upacara diemban Kolonel Penerbang Mohammad Amri Taufanny. Upacara dimulai pukul 07.50 WIB dengan rangkaian awal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Baca Juga : Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Prabowo: Kita Berdiri Sendiri di Atas Kaki Sendiri
Sejumlah pimpinan lembaga negara turut hadir, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai. Hadir pula jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari Menko Polhukam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, hingga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan para menteri lainnya.
Pasukan upacara terdiri dari barisan Polwan, personel Propam Polri, prajurit TNI, serta perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Jakarta.
Mengacu pada Surat Edaran Menteri Kebudayaan Nomor 8417/MK.L/TU.02.03/2025, tema peringatan tahun ini adalah “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.”
Baca Juga : Prabowo: Kritik Boleh, Fitnah Tidak Bagus di Agama Manapun
Hari Kesaktian Pancasila sendiri diperingati setiap 1 Oktober sebagai pengingat peristiwa kelam G30S 1965. Tujuh perwira TNI Angkatan Darat gugur akibat penculikan dan pembunuhan, yang sempat mengguncang stabilitas politik nasional. Peristiwa itu menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar negara yang kokoh dan tak tergantikan.
Tradisi peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 1965, sebagai simbol bahwa ideologi Pancasila tetap bertahan di tengah rongrongan ideologi lain.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Pakar HTN: Penempatan Polri di Bawah Presiden Adalah Mandat Final Reformasi
