IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat Terbatas, Investor Waspadai Profit Taking
IHSG hari ini diperkirakan menguat terbatas di tengah profit taking dan tekanan asing. Simak analisis teknikal dan rekomendasi saham pilihan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1/2026) diperkirakan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas, di tengah bayang-bayang aksi ambil untung (profit taking) dan derasnya tekanan jual investor asing.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,05%. Namun, sentimen pasar belum sepenuhnya pulih karena aksi jual asing yang masih cukup agresif.
Dalam sepekan terakhir, outflow investor asing tercatat mencapai Rp5,63 triliun, dengan Rp1,65 triliun di antaranya terjadi pada perdagangan Selasa. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, ADRO, BUMI, hingga emiten logam ANTM menjadi sasaran utama tekanan jual.
Tekanan ini dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter global, khususnya potensi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer) oleh bank sentral Amerika Serikat, serta aksi rotasi portofolio menjelang proses rebalancing indeks MSCI.
Analisis Teknikal IHSG
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di atas level psikologis 8.900.
Support IHSG: 8.900 – 8.940
Resistance IHSG: 9.000 – 9.050
Meski demikian, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diantisipasi.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengingatkan bahwa posisi IHSG saat ini berada di area rawan koreksi teknikal. Ia menyebut area 8.708–8.790 sebagai zona yang patut dicermati investor apabila tekanan jual kembali meningkat.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Sejumlah rumah sekuritas merilis rekomendasi saham berbasis analisis teknikal untuk perdagangan hari ini:
BNI Sekuritas: ELSA, BKSL, HRTA, LPCK, LPKR, ASLI
Mandiri Sekuritas: TLKM, MDKA, JPFA
BRI Danareksa Sekuritas: TEBE, HMSP, VKTR
Sentimen Global: Wall Street Mixed, Fokus The Fed
Dari pasar global, Wall Street ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru, didorong penguatan saham teknologi seperti Microsoft dan Apple.
Sebaliknya, indeks Dow Jones terkoreksi akibat anjloknya saham UnitedHealth hingga 20% menyusul kebijakan baru sektor Medicare di AS.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham bergerak menguat seiring optimisme laporan kinerja emiten teknologi AS. Namun, penguatan bursa Korea Selatan sempat tertahan setelah Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif impor hingga 25% untuk produk otomotif, kayu, dan farmasi asal Korea Selatan.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed. Konsensus memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAPencarian Selesai, Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal Dunia
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
SUMSELUsut Kasus Karhutla, Polda Sumsel Naikkan Status 16 Korporasi ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·58 menit yang lalu -
NEWSLintas Generasi, Mayjen Yusri dan Brigjen Osmar Silaturahmi ke M Herindra
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
RELIGIRico Waas Serahkan Rekomendasi Rumah Ibadah dan Minta Jaga Kerukunan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANDishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIMenaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Sektor Perikanan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat I Musi, Polda Sumsel Ungkap Puluhan Kasus Kejahatan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
PENDIDIKANNono Sampono: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Masa Depan Indonesia
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Bantah Laporan BNPB Soal Karhutla Kalteng dan Kalbar Normal
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan