Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Indonesia Prabowo Subianto disebut tengah menyiapkan sebuah langkah strategis melalui pembentukan badan penyangga nasional, yang fungsinya tidak hanya mengatur pangan, tetapi juga menopang produksi sektor usaha kecil menengah (UKM) hingga hasil tambang rakyat dan nasional.
Gagasan tersebut mengemuka dalam sebuah podcast Bossman Mardigu yang membahas pengalaman langsung pelaku usaha Indonesia saat berkunjung ke Tiongkok dan melihat secara dekat bagaimana negara tersebut membangun ekosistem industri melalui badan penyangga milik pemerintah.
Baca Juga : 29 Juta Warga Indonesia Belum Miliki Rumah, Prabowo Akui Tantangan Masih Besar
Dalam podcast itu dijelaskan, di Tiongkok terdapat lembaga pemerintah yang berperan layaknya Bulog, namun cakupannya jauh lebih luas.
Lembaga tersebut membeli berbagai produk masyarakat dan UKM - mulai dari makanan seperti tahu dan sambal, hingga produk industri seperti rem cakram, cangkul, mesin pertanian, dan perlengkapan sanitasi - dengan harga pokok produksi (HPP).
Produk-produk tersebut kemudian disimpan di gudang nasional dan dipasarkan melalui jaringan offline maupun online. Dengan skema ini, pembeli tidak berhadapan langsung dengan produsen, melainkan dengan badan penyangga, sementara pelaku UKM dapat fokus pada produksi tanpa dibebani risiko barang tak terjual.
UKM Fokus Produksi, Negara Jamin Penyerapan
Dalam ilustrasi yang disampaikan, seorang pengusaha Indonesia menceritakan pengalamannya saat membangun hotel di Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Untuk menekan biaya tanpa mengorbankan mutu, ia membeli perlengkapan sanitasi statis seperti dudukan toilet dan wastafel dari kawasan industri di Shenzhen, Tiongkok.
Produk-produk tersebut dibuat oleh ribuan pengusaha UKM lokal yang tergabung dalam klaster industri.
Ketika barang tidak terserap pasar, badan penyangga pemerintah akan mengkurasi kualitas, lalu membeli produk tersebut dengan harga dasar, sehingga biaya produksi dan kebutuhan operasional pelaku usaha tetap tertutup.
“Keuntungannya memang kecil, tapi cukup untuk makan dan overhead. Kalau ada pembeli langsung, barulah mereka untung lebih,” ungkapnya dalam podcast Bossman Mardigu tersebut, Rabu (24/12/2025).
Kekuatan Klaster Industri Tiongkok
Di dalam podcast itu juga menyoroti keunggulan Tiongkok dalam membangun klaster industri. Setiap produk memiliki kota industri tersendiri, di mana seluruh rantai pasok - mulai dari bahan baku, mesin, tenaga kerja, hingga logistik - terpusat dalam satu ekosistem.
Model ini membuat produksi menjadi lebih cepat, murah, dan efisien. Bahkan, sebuah kota kecil di Tiongkok bisa mengalahkan daya saing satu negara karena seluruh ekosistem industrinya sudah terbentuk selama puluhan tahun.
Baca Juga : Di Tengah Terik Matahari, Prabowo Subianto Sambangi Pengungsi
“Di Tiongkok, Anda tidak memilih pabrik. Anda memilih kota atau klaster industri. Pabrik yang tepat akan muncul dengan sendirinya,” demikian disampaikan dalam podcast tersebut.
Prabowo Siapkan Badan Penyangga Mineral Nasional
Konsep serupa disebut akan diterapkan Prabowo Subianto di Indonesia, khususnya di sektor pertambangan. Dalam rencana yang dibahas, pemerintah akan membentuk badan penyangga mineral nasional yang bertugas menyerap seluruh hasil tambang rakyat yang legal, perusahaan tambang nasional, hingga perusahaan tambang internasional.
Melalui skema ini, hanya badan penyangga tersebut yang diperbolehkan menjual mineral ke pasar internasional maupun domestik, dengan kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas utama.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat kedaulatan sumber daya alam, menjaga stabilitas harga, serta memastikan nilai tambah dinikmati di dalam negeri.
Podcast tersebut menyebutkan, kebijakan ini tengah disiapkan dan akan segera diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi nasional.
(Akb/nusantaraterkini.co)
