Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Sebut Ada Indikasi Makar dalam Demonstrasi Rusuh, Pengamat Mendukung dan Ingatkan Jangan Mau Diadu Domba

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Intelijen Wawan Purwanto. (Foto: Istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari lalu tidak sepenuhnya berjalan damai.

Ia pun menyebut adanya indikasi tindakan melawan hukum yang bahkan mengarah pada makar dan terorisme.

Baca Juga : Terima Laporan Datang Truk Berisi Petasan, Prabowo: Tindakan Terencana untuk Buat Kekacauan

Menanggapi hal itu, Pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai apa yang disampaikan Prabowo soal dugaan makar karena aksi demo tersebut sudah meningkat ke arah penjarahan mulai dari fasilitas umum, perusakan infrastrukur pemerintah hingga sasaran lainnya adalah kediaman tokoh-tokoh politik.

“Jika fenomena ini terus terjadi maka kerusuhan akan menjadi liar serta tidak terkontrol dan pada akhirnya rakyat juga yang dirugikan. Mulai dari menurunnya kepercayaan publik terhadap supremasi hukum hingga terganggunya roda perekonomian,” kata Wawan Purwanto, Rabu (3/9/2025).

Wawan menjelaskan, aksi demonstrasi semulanya murni karena protes terhadap kenaikan tunjangan DPR telah melebar karena ada pihak yang ikut bermain. Hal itu membuat situasi bertambah rumit.

“Belakangan memang ada yang ikut bergerak untuk membuat situasi tambah ramai. Siapa mereka nanti juga akan ketahuan, netizen juga sudah menduga-duga. Tapi yang jelas pergerakan seperti itu butuh logistik,” tutur dia.

Lebih lanjut Wawan pun berpandangan adanya sinyalemen pihak asing terlibat seperti yang disampaikan mantan Kepala BIN Hendropriyono harus menjadi warning yang perlu diwaspadai. 

“Jangan sampai masuk ke genderang mereka, jangan mau diadu domba. Soal motivasi asing dan ada pihak yang bermain ini bisa politik, bisa ekonomi,” paparnya.

Oleh karena itu, Wawan berharap semua pihak segera menyadari ada pihak lain yang menunggangi aksi tersebut, dan mundur dari aksi demo. Menurutnya, kekesalan dan amarah tentu ada batasnya, tak perlu marah terus. 

“Yang penting aspirasi telah tersampaikan, dan pemerintah mulai menindaklanjuti,” ucapnya.

Perlu Diselidiki dan Proses Hukum

Komisioner Komnas HAM Abdul Haris Semendawai menyampaikan bahwa tuduhan makar itu haruslah diinvestigasi dengan seksama. Menurutnya, jangan sampai ucapan Prabowo itu menghambat masyarakat yang benar-benar ingin menyampaikan aspirasinya.

"Kalau memang ada tuduhan makar ini, tentunya kepada siapa ini juga perlu diproses, diinvestigasi, diselidiki dengan sebaik-baiknya, dan kami tentunya berharap bahwa jangan sampai upaya menyampaikan pendapat yang disampaikan oleh masyarakat. Karena ada keprihatinan terhdap suatu persoalan itu kemudian menjadi terhambat karena ada tuduhan makar ini," kata Abdul Haris.

Baca Juga : Syahganda Nainggolan Minta Prabowo Bentuk Komisi Independen Pencari Fakta Sikapi Kerusuhan

Ia menegaskan, dugaan makar itu perlu diselidiki. Abdul Haris pun berharap jika memang ucapan itu benar, maka pihak yang terbukti melakukannya harus diproses secara hukum.

"Tetapi kemudian jangan sampai isu makar ini kemudian menghambat mereka-mereka yang akan menyampaikan pendapatnya secara damai," ujarnya.

Bentuk Tim Investigasi

Sementara itu, Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat Fraksi Partai NasDem di DPR mendorong Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi independen dugaan makar dalam aksi demonstrasi kemarin berujung kerusuhan dan penjarahan.

"Kami (NasDem) menilai pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut perkara ini adalah kebutuhan mendesak," tegas Viktor.

Dia berharap tim investigasi bisa bekerja secara menyeluruh, objektif, dan terbuka, sehingga peristiwa anarkis yang berujung pada dugaan makar dapat diungkap tanpa meninggalkan ruang bagi spekulasi maupun politisasi.

Selain itu, pihaknya pun mendorong tim investigasi harus melibatkan unsur penegak hukum, lembaga independen, serta keterwakilan masyarakat. Upaya itu perlu agar proses investigasi bisa dipercaya publik dan terhindar dari bias kepentingan.

Baca Juga : Terkait 4 Warga Tewas Pascademo di DPRD Makassar, Prabowo: Tindakan Makar Ini!

NasDem mengingatkan bahwa demokrasi menjamin hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi.

"Namun, kebebasan itu harus dijalankan secara damai dan sesuai dengan koridor konstitusi, sehingga tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk memecah belah bangsa atau mendorong tindakan makar," katanya.

Sebelumnya, Dalam merespons gejolak demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia belakangan, Prabowo menyinggung ada gejala tindakan-tindakan melawan hukum.

"Bahkan ada yang mengarah pada makar dan terorisme," kata Prabowo.

(cw1/nusantaraterkini.co)