Nusantaraterkini.co, MEDAN - Puluhan guru honorer kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait polemik perekrutan PPPK Kabupaten Langkat, di Polda Sumatera Utara (Sumut), Rabu (5/6/2024) pagi.
Pantauan nusantaraterkini.co, untuk mengamankan aksi, polisi tampak berjaga-jaga. Sementara itu, para pengunjuk rasa juga terlihat membawa keranda, spanduk dan karton bertuliskan guru honorer Langkat mencari keadilan.
Baca Juga : DPR Sebut Guru Dikriminalisasi, Negara Gagal Hadir Melindungi Pendidik
“Ini aksi berturut-turut kami laksanakan. Sudah 3 kalinya di Poldasu,” teriak salah seorang orator.
Baca Juga : Paradoks Anggaran Pendidikan Rp750 T: Mengapa Gaji Guru Honorer Masih di Bawah Rp500 Ribu?
Koordinator Aksi, Gajah dari LBH Medan menyebutkan, pihaknya menuntut pemerintah, Kapolda Sumut untuk secepatnya menetapkan tersangka dalam proses seleksi kasus PPPK di Kabupaten Langkat.
"Kami dari Kabupaten Langkat bersama guru-guru honorer dan PPPK meminta keadilan untuk segera ditetapkannya tersangka dan ditahan," sebutnya.
Baca Juga : PPPK Paruh Waktu di Medan Keluhkan JHT Tak Bisa Cair, BPJS Ketenagakerjaan Beberkan Alasannya
Dia menilai, sejauh ini aktor intelektual dari kasus ini juga belum ada dilakukan pemeriksan lebih lanjut.
Baca Juga : Revisi RUU ASN 2025 Harus Hapus Ketimpangan PPPK dan PNS Tanpa Sentralisasi Kekuasaan
“Sebelumnya ada dua tersangka yang ditetapkan kami minta, itu agar segera ditahan melihat mereka masi berkeliaran di kabupaten Langkat,” lanjutnya.
Sementara itu Koordinator Guru, Erwin mengaku ada ancaman yang mereka dapat sebelum menggelar aksi. Ancaman itu berupa pemecatan apabila mereka terus bersuara.
Baca Juga : Foto: Srikandi Polwan Polres Langkat Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Banjir
"Ini sangat meresahkan bagi kami. Apabila itu benar pemecatan ini terjadi kami harus siap untuk tidak lagi menjadi guru/pengajar,” tegasnya.
Baca Juga : Bobby Nasution Pastikan Tanggul Sei Wampu Langkat Segera Diperbaiki, Antisipasi Banjir Tidak Terulang
(cw3/nusantaraterkini.co)
