Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Polemik Paskibraka Binjai 2026, Peserta Sakit Diganti Meski Sudah Dinyatakan Sehat, Kesbangpol Dicibir

Peserta Paskibraka Binjai Mengaku Dicoret Sepihak Saat Dirawat di Rumah Sakit

Polemik Paskibraka Binjai 2026, peserta mengaku dicoret saat dirawat di rumah sakit meski dokter menyatakan kondisinya telah pulih dan sehat.

Ilustrasi Paskibra saat mengibarkan bendera saat upacara berlangsung. (Foto: AI)
Ilustrasi Paskibra saat mengibarkan bendera saat upacara berlangsung. (Foto: AI)
A A

Nusantaraterkini.co, BINJAI – Proses pemusatan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 menuai sorotan. Seorang peserta berinisial Rev mengaku dicoret dari keanggotaan Paskibraka setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan saat latihan, meski kondisi kesehatannya kemudian dinyatakan telah pulih.

Rev menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya mengikuti latihan rutin di Lapangan Merdeka pada Selasa (4/8/2026). Saat itu seluruh peserta menjalani latihan baris-berbaris, termasuk berdiri dalam posisi parade selama kurang lebih 30 menit.

Usai sesi latihan, Rev mengaku merasa pusing dan lemas. Tim kesehatan yang bertugas kemudian membawanya ke untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Rev, kondisi yang dialaminya hanya berupa kelelahan dan dehidrasi ringan. Namun, saat masih menjalani perawatan di rumah sakit, ia justru menerima surat pengunduran diri yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

Tidak hanya itu, seorang staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Binjai berinisial RPA juga datang ke rumah sakit untuk mengambil seluruh atribut Paskibraka yang telah diberikan kepadanya, mulai dari pakaian dinas lapangan (PDL), sepatu hingga topi.

"Petugas dari Kesbangpol datang ke rumah sakit mengambil seluruh perlengkapan Paskibraka saya, termasuk baju, sepatu, dan topi," ujar Rev, Jumat (7/8/2026).

Tak lama setelah itu, namanya juga dikeluarkan dari grup WhatsApp resmi peserta Paskibraka Kota Binjai.

Padahal, Rev mengaku telah melewati tujuh tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai salah satu anggota Paskibraka yang mewakili sekolahnya.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai, Ruslianto, menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan kondisi kesehatan peserta.

"Peserta sakit dan menjalani rawat inap. Berdasarkan pertimbangan dokter dan pelatih, tidak memungkinkan untuk melanjutkan latihan," kata Ruslianto, Jumat (7/8/2026).

Namun, ketika ditanya mengenai dasar tertulis atau rekomendasi medis yang menyatakan Rev tidak lagi layak mengikuti latihan hingga harus dicoret, Ruslianto tidak memberikan jawaban lebih lanjut.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari pihak rumah sakit menyebutkan kondisi Rev tidak mengalami gangguan kesehatan serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ia didiagnosis mengalami tonsilitis, faringitis, dan kolik abdomen, tanpa adanya indikasi penyakit berat.

"Secara medis tidak ada masalah yang berat. Kemungkinan pasien hanya mengalami kelelahan dan kurang asupan cairan," ujar sumber dari rumah sakit.

Pihak rumah sakit juga memastikan Rev telah diperbolehkan pulang pada Kamis (6/8/2026) dan dinyatakan mampu kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

Perbedaan keterangan antara pihak Kesbangpol dan hasil pemeriksaan medis tersebut kini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pencoretan peserta Paskibraka serta transparansi dalam proses pengambilan keputusan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait