Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dukung Pengembangan Prestasi Siswa, SMA Negeri 1 Binjai Sepakati Sumbangan Pendidikan

SPP Kesepakatan Komite dan Orang Tua Siswa

SMAN 1 Binjai menjelaskan soal SPP yang disebut hasil kesepakatan Komite dan orang tua. Sebanyak 278 siswa mendapat pembebasan sumbangan.

SMA Negeri 1 Binjai, Jalan WR Monginsidi, Binjai Kota, Kota Binjai. (Foto: istimewa)
SMA Negeri 1 Binjai, Jalan WR Monginsidi, Binjai Kota, Kota Binjai. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, BINJAI – Guna mendukung pengembangan prestasi peserta didik, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Binjai () telah menyepakati yang diberikan orang tua siswa untuk dikelola pihak sekolah.

Pihak SMA Negeri 1 Binjai melalui Kepala Sekolah Iting Rasmita Dewi Br Ginting, S.Pd., menjelaskan, pemberian sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang dibebankan kepada sebagian orang tua siswa bukan merupakan kebijakan sepihak, melainkan hasil kesepakatan antara dan orang tua siswa.

Kesepakatan mengenai sumbangan itu, kata dia, dibahas dalam rapat Komite yang berlangsung pada 24 Juli 2026 lalu. Pertemuan tersebut membahas dukungan pendanaan untuk berbagai kegiatan siswa yang belum dapat dibiayai melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).

Dalam rapat tersebut, lanjut Rasmita, orang tua siswa menyepakati pemberian sumbangan yang kemudian dikelola untuk mendukung berbagai kegiatan serta pengembangan prestasi peserta didik. Hasil kesepakatan itu selanjutnya disampaikan kepada pihak sekolah.

Rasmita mengatakan, sekolah hanya mengetahui sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kesepakatan tersebut.

“Ini kesepakatan Komite dengan orang tua siswa. Pihak sekolah sifatnya mengetahui dan tetap mengawasi. Jadi, ini bukan kebijakan semata yang diambil oleh pihak sekolah,” ujar Rasmita kepada nusantaratetkini.co, saat ditemui di SMAN 1 Binjai, Jalan WR Monginsidi, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (9/9/2026).

Menurut Rasmita, tersebut bersifat sukarela dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga. Karena itu, mekanisme pemberian sumbangan tidak diterapkan secara kaku.

Ia menyebutkan, sebelum kesepakatan dibuat, telah melakukan pertemuan dengan sejumlah wali siswa. Dalam pertemuan tersebut, orang tua siswa menyatakan persetujuan terhadap pemberian sumbangan untuk mendukung kegiatan peserta didik.

“Masalah sumbangan ini sudah menjadi kesepakatan bersama. Sebelum menentukan ini, Komite sudah menggelar pertemuan dengan sejumlah wali siswa dan semuanya setuju tanpa ada keberatan,” katanya.

Rasmita kembali menegaskan bahwa sumbangan tersebut tidak bersifat mengikat dan tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing siswa.

“Kita buat ini tidak kaku. Tidak semata-mata kebijakan sekolah. Saya tegaskan kembali, semua ini merupakan kesepakatan bersama antara Komite dan orang tua siswa,” tegasnya.

Rasmita menjelaskan, nominal sumbangan yang diberikan orang tua siswa berbeda-beda. Besarannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga.

Saat ini, sebanyak 278 siswa tercatat mendapatkan pembebasan atau tidak dikenakan sumbangan. Sementara siswa lainnya memberikan sumbangan dengan nominal mulai dari Rp50.000, Rp60.000, Rp70.000, Rp90.000 hingga Rp110.000.

Menurut Rasmita, dana tersebut digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan siswa yang belum dapat diakomodasi melalui anggaran BOSP, termasuk kegiatan ekstrakurikuler.

“Sekarang ada 17 ekstrakurikuler yang menggunakan anggaran dana sumbangan tersebut. Selain itu, ada sembilan ekstrakurikuler lainnya yang direncanakan akan dilaksanakan. Sembilan ekstrakurikuler ini berkaitan dengan olimpiade,” jelasnya.

Selain kegiatan ekstrakurikuler, dana tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas sekolah yang berkaitan dengan kepentingan siswa.

Di antaranya kegiatan perlombaan yang diselenggarakan pihak luar sekolah, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI), National Schools Debating Championship (NSDC), karya ilmiah, Developmental Basketball League (DBL), futsal, taekwondo, pencak silat, serta berbagai perlombaan lainnya.

Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung rapat orang tua siswa terkait penentuan mata pelajaran pilihan, persiapan masuk perguruan tinggi negeri (PTN), serta kegiatan pengembangan minat dan bakat peserta didik.

Kegiatan pengembangan tersebut antara lain pentas seni, literasi dan numerasi, serta lomba literasi dengan tema “Panggung Perpustakaan”.

Komite: SPP Merupakan Kesepakatan Orang Tua

Ketua Komite SMAN 1 Binjai, Joko Basuki, membenarkan bahwa besaran sumbangan pendidikan tersebut telah dibahas dan disepakati bersama orang tua siswa.

Menurut Joko, Komite mengundang para orang tua untuk membicarakan kebutuhan pendanaan kegiatan siswa. Dalam pertemuan itu, orang tua menyatakan persetujuan terhadap kesepakatan yang dibuat.

“Jadi, kita sudah mengundang semua orang tua siswa untuk membahas masalah iuran SPP ini. Alhamdulillah, semua orang tua siswa setuju demi perkembangan anak ke arah yang lebih maju, baik dalam bidang pendidikan maupun bakat,” kata Joko.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sumbangan merupakan bagian dari kesepakatan Komite dan orang tua siswa. Sementara pihak sekolah, kata Joko, mengetahui serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan dana tersebut.

“Intinya, ini kesepakatan bersama. Kepala sekolah sifatnya mengetahui dan mengawasi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan anggaran SPP,” pungkasnya.

(Dra/nusantaratetkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait