Nusantaraterkini.co,MEDAN - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Santo Bonaventura, kembali menegaskan posisinya dalam dinamika sosial-politik nasional yang belakangan ini kian sarat dengan praktik kekerasan, represi aparat, dan kebijakan elitis-oligarkis yang abai terhadap kepentingan rakyat banyak.
Baca Juga : Tanggapi Gelombang Demonstrasi, Ketua DPRD Sumut Memohon Maaf dan Siap Berbenah
Dalam pernyataan sikap resmi, PMKRI Cabang Medan menyebut bahwa negara sedang mengalami krisis keberpihakan, di mana kekuasaan lebih banyak melayani kepentingan elit daripada rakyat kecil.
Marak terjadi kekerasan, represivitas, hingga tindakan anarkis dari aparat hanya mempertegas absennya negara dalam menjamin nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial sebagaimana digariskan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Kritik Keras terhadap Negara dan aparat, PMKRI menilai, aparat keamanan telah keluar dari fungsi idealnya sebagai pengayom dan pelindung rakyat.
Ketua PMKRI Cab Medan Leonardus Simamora, mengatakan alih-alih menciptakan keamanan berbasis keadilan, aparat justru tampil sebagai instrumen represif kekuasaan. Hal tersebut bukan hanya mengancam martabat manusia, tetapi juga merusak persaudaraan kebangsaan.
“Keamanan sejati lahir dari penghormatan pada martabat manusia, bukan dari ketakutan akibat represi negara,”ucapnya,Senin(1/09/25).
Selain menyoroti aparat, PMKRI juga mengkritisi praktik politik elitis dan oligarkis yang kian mendominasi ruang publik.
PMKRI menuntut pemerintah, parlemen, dan lembaga yudikatif untuk melakukan koreksi fundamental, serta mengembalikan arah politik nasional pada cita-cita kesejahteraan umum (bonum commune).
PMKRI menegaskan perlunya politik yang berbasis etika, demokrasi, dan nilai kemanusiaan universal.
“Kami menolak praktik politik yang melanggengkan kekuasaan tanpa moralitas. Politik seharusnya menjadi jalan pengabdian bagi rakyat, bukan alat transaksi elit,” tambah Leonardus.
Sekretaris Jenderal PMKRI Cabang Medan Wily Simbolon, mengingatkan kaum muda, khususnya mahasiswa, agar tidak mudah terjebak dalam provokasi maupun vandalisme yang justru merusak perjuangan.
Sebaliknya, kaum muda dipanggil untuk membangun gerakan intelektual, etis, dan moral sebagai basis transformasi sosial.
“PMKRI akan terus berdiri bersama kaum miskin, tertindas, dan terpinggirkan. Itulah panggilan iman sekaligus panggilan kebangsaan,” ujarnya.
Baca Juga : Seribuan Massa Geruduk DPRD Binjai, Minta Bubarkan DPR
PMKRI Cabang Medan menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten dalam garis perjuangan Pro Ecclesia et Patria (Demi Gereja dan Tanah Air).
Bagi PMKRI, membela martabat manusia dan memperjuangkan keadilan sosial adalah wujud kesetiaan iman sekaligus tugas kebangsaan.
“Kami percaya, perjuangan demi bangsa adalah panggilan Gereja. Menanamkan nilai keadilan sosial berarti menanamkan iman yang hidup dalam sejarah bangsa ini,” tutup Leonardus Simamora.
(jas/nusantaraterkini.co)
