Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Perseteruan Elon Musk dan Donald Trump Bisa Timbulkan Ancaman Serius terhadap Program NASA dan Pentagon

Hal itu akan membuat badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu kehilangan satu-satunya wahana antariksa buatan AS yang mampu mengirim astronot ke Stasi

Ilustrasi foto Donald Trump dan Elon Musk. (Foto: dok Meta AI)
Ilustrasi foto Donald Trump dan Elon Musk. (Foto: dok Meta AI)
A A

, NEW YORK CITY - Ancaman , yang beberapa jam kemudian ditarik kembali, untuk menghentikan penggunaan wahana antariksa Dragon milik oleh akan menjadi pukulan besar bagi NASA.

Sebabnya, hal itu akan membuat badan antariksa Amerika Serikat (AS) itu kehilangan satu-satunya wahana antariksa buatan AS yang mampu mengirim astronot ke Stasiun Internasional (International Space Station/ISS) dan secara drastis mengubah cara NASA mengakses laboratorium 100 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.305) yang sedang mengorbit di antariksa tersebut, demikian dilansir The Washington Post.

BACA JUGA: Elon Musk: RUU "Besar dan Indah" Trump Kekejian yang Menjijikkan

Ancaman Musk itu, yang diunggah di X, dilontarkan di tengah eskalasi perseteruan antara orang terkaya di dunia tersebut dengan Presiden AS . Perseteruan antara keduanya memanas setelah Trump mengancam akan membatalkan semua kontrak federal perusahaan Musk.

"Mengingat pentingnya bagi program-program federal, memburuknya hubungan tersebut dapat membuat , Pentagon, dan badan-badan intelijen berada dalam kesulitan," catat The Washington Post.

Beberapa jam setelah melontarkan ancaman tersebut, Musk berubah pikiran. Menanggapi sebuah unggahan di X, yang mengatakan bahwa dia harus menenangkan diri dan mempertimbangkan kembali.

"Baiklah, kami tidak akan menonaktifkan Dragon," katanya.

BACA JUGA: Elon Musk: Platform X Hadapi Serangan Siber Besar-besaran

Selama bertahun-tahun, SpaceX menjadi kontraktor penting yang meluncurkan berbagai muatan keamanan nasional AS yang bersifat sensitif, seperti satelit yang memberikan peringatan rudal, komunikasi untuk medan perang, dan amunisi terpadu ke target yang tepat.

Dalam sebuah pernyataan, Bethany Stevens, juru bicara NASA, tidak membahas bagaimana NASA akan terus mengirimkan astronotnya ke ISS tanpa SpaceX. Dia hanya mengatakan bahwa NASA akan terus melaksanakan visi Presiden untuk mewujudkan tujuan secara maksimal.

"Kami akan terus bekerja sama dengan mitra-mitra industri kami untuk memastikan tujuan Presiden di luar angkasa tercapai," tandasnya.

(Zie/)

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait