Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pernikahan Mewah Hanya Bertahan Sebulan, Pria Ini Minta Maharnya Dikembalikan dengan Cara tak Biasa

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist

NUSANTARATERKINI.CO -Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam hidup, namun terkadang ada pernikahan yang sangat singkat seperti kejadian pengantin baru bercerai setelah 33 hari menikah.

Keputusan pengantin baru bercerai setelah 33 hari menikah itu membuat semua orang heran.

Dikutip dari eva.vn, kisah pengantin baru bercerai setelah 33 hari menikah ini terjadi di kota Zhumadian, provinsi Henan, Tiongkok.

Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata

Tuan Li Shouning diketahui dijodohkan dengan Nona Qian Yulu.

Setelah masa pacaran yang singkat, pasangan itu memutuskan untuk menikah.

Meskipun hubungannya singkat, baik Li Shouning maupun Qian Yulu percaya bahwa pernikahan ini tidak mendesak.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana

Mereka pikir, begitu berada di rumah yang sama, mereka dapat terus memperkuat perasaan mereka.

Banyak orang seperti mereka, jadi tidak ada perlu berpikir terlalu banyak.

Memahami bahwa pernikahan adalah masalah besar, Li Shouning tentu saja tidak mengabaikan atau menganggap enteng pernikahan.

Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan

Agar kedua keluarga puas, Li Shouning menghabiskan sejumlah besar uang untuk mempersiapkan pernikahan dan memberikan mahar kepada Qian Yulu.

Li Shouning menghabiskan 88 ribu yuan (sekitar Rp 193 juta) untuk diberikan kepada Qian Yulu dan keluarganya sebagai hadiah pertunangan.

99 ribu yuan (sekitar Rp 218 juta) sebagai hadiah pernikahan.

Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang

42 ribu yuan (sekitar Rp 92 juta) untuk membeli perhiasan emas dan perak dan 22.000 yuan untuk dimasukkan ke dalam kamar lalu di berikan kepada semua orang ketika mereka datang menjemput pengantin wanita.

15 ribu yuan (sekitar Rp 33 juta) "biaya pernikahan" untuk pengantin wanita ditambah 160 ribu yuan (sekitar Rp 352 juta) untuk membeli mobil.

Total uang yang dihabiskan Tuan Li Shouning untuk pernikahannya mencapai 510 ribu yuan (sekitar Rp 1,1 miliar).

Li Shouning juga harus meminjam 160 ribu yuan (sekitar Rp 352 juta) dari kerabat dan teman agar memiliki cukup uang untuk membayar pernikahan.

Tidak ada yang menyangka bahwa ketika Tuan Li Shouning dan Qian Yulu datang untuk tinggal bersama, mereka berdua tidak akur seperti yang diperkirakan semua orang.

Pasangan ini kerap kali berbeda pendapat dalam setiap permasalahan kehidupan, mulai dari hal kecil hingga hal besar.

Mereka juga tidak bergairah dan bahagia seperti pasangan menikah lainnya.

Li Shouning dan Qian Yulu sering bertengkar, bahkan terkadang tidak saling memandang.

Akhirnya, setelah 33 hari hidup bersama, Li Shouning mengajukan gugatan cerai dari Qian Yulu.

Selain itu, Li Shouning juga meminta Qian Yulu dan keluarganya mengembalikan uang hadiah pernikahan dan persembahan yang sebelumnya ia berikan kepada mereka.

Ia menilai jika pernikahan ini tidak sah, maka pengembalian uang pernikahan adalah hal yang wajar.

Tanpa diduga, Qian Yulu dan keluarganya sama sekali tidak mau mengembalikan uang tersebut.

Mereka beralasan bahwa Qian Yulu menikah dengan keluarga suaminya di depan banyak orang dan tidak tiba-tiba menjadi istri orang lain, sehingga menerima mahar adalah hal yang wajar.

Keduanya telah bersama selama lebih dari sebulan, jadi Qian Yulu berhak menyimpan uang itu.

Tak berdaya dan marah karena tidak bisa meminta uangnya kembali, Li Shouning menyiapkan sesuatu.

Ia mencetak spanduk merah untuk ditempel di mobilnya lalu pergi ke rumah mantan istrinya dengan membawa foto pernikahan mereka berdua untuk menekannya.

Meski begitu, Qian Yulu masih menolak mengembalikan uang tersebut.

Pada akhirnya, Li Shouning harus menempuh jalur hukum.

Terkait persoalan pengembalian bingkisan pernikahan, Pasal 5 KUH Perdata Tiongkok Bagian Perkawinan dan Keluarga mengatur 3 perkara yang dapat dikembalikan, antara lain:

2 pihak belum menyelesaikan tata cara pencatatan perkawinan; Kedua belah pihak telah mendaftarkan perkawinannya tetapi tidak hidup bersama; Keluarga mempelai pria berada dalam keadaan sulit dan tidak mampu membayar sendiri seluruh hadiah pernikahan.

Dalam kasus di atas, mengingat waktu hidup bersama Tuan Li Shouning dan Qian Yulu terlalu singkat dan jumlah uang yang dihabiskan Tuan Li Shouning untuk pernikahan tersebut cukup besar sampai ia harus meminjam banyak uang untuk diberikan kepada keluarga istrinya, pengadilan setempat memutuskan bahwa Qian Yulu perlu mengembalikan sebagian uang hadiah pernikahan kepada Li Shouning setelah proses perceraian mereka selesai.

(*/nusantaraterkini.co)