Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Perlu Komitmen Bersama Capai Target Kewirausahaan RI 4%

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lestari Moerdijat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat mendorong pengembangan kewirausahaan nasional.

Langkah ini penting guna meningkatkan jumlah pelaku wirausaha di RI, yang diharapkan dapat menopang Indonesia menuju negara maju.

Baca Juga : Kasus Kekerasan Sekolah Melonjak, Regulasi Baru Dinilai Tak Cukup jika Tanpa Eksekusi Nyata

"Berbagai kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelaku wirausaha di Tanah Air harus mampu diterapkan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan," katanya, Selasa (2/7/2024).

Baca Juga : MPR Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pelestarian Budaya Nasional

Diketahui pada akhir tahun lalu pemerintah menetapkan target rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 4% di 2024.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencatat pada akhir 2023 rasio kewirausahaan Indonesia baru sekitar 3,47%. Sementara rasio kewirausahaan negara-negara maju di angka 10-12%

Baca Juga : Fraksi Golkar, MPR Fokus Pendidikan dan Obligasi Daerah Sepanjang 2025-2026

Untuk mengejar target tersebut, Pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024.

Baca Juga : MPR Dorong Kemudahan Akses Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Aturan ini menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan pengembangan kewirausahaan nasional.

Dalam pengembangan kewirausahaan nasional, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah diharapkan memberikan fasilitas dan insentif serta pemulihan kepada para pelaku usaha berupa kemudahan pendaftaran perizinan berusaha, fasilitasi, serta standardisasi dan sertifikasi.

Baca Juga : HMI dan Dinas Koperasi Sumut Sosialisasikan Perkoperasian dan Kewirausahaan

Selain itu memperluas akses pembiayaan dan penjaminan, serta pengutamaan dalam pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah.

"Isi Kebijakan yang ada untuk mendorong tercapainya target rasio kewirausahaan, sejatinya menuntut adanya dukungan para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah untuk sepenuhnya merealisasikan apa yang diamanatkan aturan tersebut," tuturnya.

Dia menegaskan tanpa komitmen bersama antara pemangku kepentingan, maka akan sulit untuk mewujudkan target yang telah disepakati.

Terkait peningkatan rasio kewirausahaan, legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu mendorong agar langkah strategis segera direalisasikan. Sebab menurutnya peningkatan jumlah pelaku wirausaha merupakan salah satu indikator sebuah negara dikatakan negara maju.

Rerie, sapaannya, berharap setiap anak bangsa memiliki kesadaran bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, melalui berbagai cara. Termasuk dengan konsisten mendorong peningkatan jumlah pelaku wirausaha di RI.

"Karena, dengan munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di setiap daerah di Indonesia, potensi untuk mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional yang merata akan semakin terbuka," katanya.

(cw1/nusantaraterkini.co)