Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-96, semangat butir ketiga Sumpah Pemuda, yaitu menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran bahasa sebagai identitas bangsa yang mempersatukan keberagaman suku dan budaya di Indonesia.
Suyadi San, seorang penggiat budaya, peneliti bahasa, dan sastra dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), menggarisbawahi peran sentral Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat sejak sebelum kedatangan bangsa Eropa.
Suyadi menjelaskan bahwa Sumpah Pemuda merupakan titik awal munculnya kesadaran bersama untuk memiliki satu bahasa yang dapat menyatukan masyarakat yang beragam di Nusantara.
Baca Juga : Peringati Sumpah Pemuda, Pemko Medan Gelar Festival Kreativitas Pemuda dan UMKM
"Bahasa Indonesia adalah refleksi dari butir ketiga Sumpah Pemuda yang menyatukan kita. Butir ini tidak terlepas dari butir pertama, yaitu kita bersumpah berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan bertanah air satu, tanah Indonesia," ungkapnya kepada Nusantaraterkini, Senin (28/10/2024).
Menurutnya, Bahasa Indonesia yang merangkul bahasa dari berbagai daerah telah terbukti menjadi fondasi kuat dalam menjaga identitas nasional.
Ia juga merasa bangga atas pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia yang banyak digunakan.
"Bahasa Indonesia telah mencapai kedudukan penting di dunia dan menjadi bahasa pengantar internasional dalam berbagai bidang," kata Suyadi.
Bahasa Indonesia, lanjutnya, terus berkembang seiring zaman, mengikuti perubahan teknologi dan budaya tanpa kehilangan makna aslinya. Bahasa ini selalu muncul dalam berbagai karya sastra dan ekspresi budaya di seluruh lini kehidupan, menunjukkan elastisitasnya yang tinggi dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Suyadi menyoroti betapa pentingnya merawat dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari bahasa persatuan, agar tidak terlupakan.
"Bahasa daerah adalah kekayaan yang memperkaya bahasa Indonesia itu sendiri, jadi penting kita lestarikan agar semua kekayaan budaya ini tetap hidup di generasi muda,” tambahnya.
Menurutnya, melestarikan bahasa daerah sambil tetap mengutamakan bahasa Indonesia, serta menguasai bahasa asing, menjadi kunci untuk memperkuat identitas bangsa sekaligus mendukung ilmu pengetahuan yang terus berkembang.
Dalam peringatan Sumpah Pemuda ini, pesan Suyadi sangat relevan.
"Bahasa Indonesia adalah perjuangan dan juga bentuk kebanggaan kita. Peran kita sekarang adalah merawatnya, dan sekaligus membuka ruang untuk perkembangan kosakata baru agar tetap relevan dengan generasi yang akan datang," tutupnya.
(cw9/nusantaraterkini.co)
