Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pepohonan di Objek Wisata Bukit Holbung Samosir Gosong Dilahap Si Jago Merah

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Juita Sinuhaji
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Objek wisata Bukit Holbung di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Senin (18/8/2025) dilahap si jago merah, Senin (18/8/2025). (Foto: Tangkapan Layar Video/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Peristiwa kebakaran lahan kembali terjadi di objek wisata Bukit Holbung, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Senin (18/8/2025).

Kebakaran kali ini merupakan peristiwa yang kedua kalinya terjadi di Bukit Holbung. Akibatnya tumbuhan atau pepohonan yang ada di lokasi menjadi gosong karena terbakar. 

Baca Juga : Hutan dan Lahan di Samosir Kembali Terbakar Jelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI

Salah satu warga yang sedang live di sosial media, bernama Sitiroyani Sihotang melaporkan terjadi lagi kebakaran di objek wisata Bukit Holbung. 

"Kebakaran kembali terjadi di objek wisata Bukit Holbung Samosir, padahal baru kemarin kebakaran yang pertama yang melahap hampir seluruh lahan kering, kini api masih hidup dan membakar lahan yang kering sehingga tertinggal sisa abu kebakaran," ucapnya seperti dilihat Nusantaraterkini.co dari video live media sosialnya. 

Siti juga mengungkap bahwa kebakaran tersebut diduga dibakar oknum tidak bertanggung jawab.

"Kebakaran ini diduga dibakar orang-orang tidak bertanggung jawab, padahal lagi kering dan kemarau di Samosir, jadinya sekarang lahan kering dilahap si jago merah, saat ini api sudah mendekati ke arah tempat warga jualan namun tidak sampai karena sudah dibuat pembatasnya," tambahnya.

Baca Juga : Normalisasi Kebakaran Hutan di Samosir: Tradisi Salah Kaprah yang Mengancam Lingkungan dan Warisan Leluhur

Ia juga mengatakan bahwa pihak damkar telah berupaya memadamkan api namun karena angin kencang, matahari terik dan medan yang curam sehingga sangat sulit dilakukan pemadaman.

"Tim pemadam telah turun untuk memadamkan api, namun karena cuaca yang tidak mendukung seperti angin kencang, terik matahari dan medan yang curam sulit dilakukan pemadaman ke asal api yang terjal," tutupnya.

(jas/nusantaraterkini.co)