Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Penyesalan Amien Rais Lakukan Amandemen UUD 45, Ini Kata Pimpinan MPR

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Fadel Muhammad. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Mantan Ketua MPR periode 1999-2004, Amien Rais telah menyesalkan dan meminta maaf atas amandemen konstitusi 1999-2002 yang dilakukannya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menilai, penyesalan yang dirasakan Amien Rais sudah sepatutnya untuk tidak dilanjutkan serta harus ada perubahan.

Baca Juga : MPR: Pemilihan Waktu Amandemen UUD 1945 Harus Dicari Timing Tepat

"Amien Rais itu kan sudah menyesal dan prinsipnya UU yang dibuatnya itu seharusnya diperbaiki lagi. Karena hal itu membuat Amien Rais sedih. Karena saat ini banyak keluhan sudah ada istilah NPWP (No Piro Wani Piro) dan dia tidak menyangka waktu membuat itu orang tidak mungkin menyogok rakyat," tegasnya, Sabtu (8/6/2024).

Baca Juga : DPD: Amandemen UUD Kembali ke Naskah Asli Sebagai Wacana tak Realistis

Namun demikian, Fadel pun mengaku setuju dan sependapat amandemen daripada UUD 1945 sebuah keniscayaan, tinggal semua pihak meneliti mana-mana yang tidak sesuai dan diperbaiki di diamandemen ke V untuk diperlukan perbaikan bangsa ini ke depan.

Seperti diberitakan, Ketua MPR periode 1999-2004 Amien Rais meminta maaf karena pernah melakukan amandemen UUD 1945 untuk mengubah sistem pemilihan presiden dari sebelumnya oleh MPR menjadi dipilih oleh rakyat. Amien mengaku saat itu dirinya terlalu naif karena melihat politik uang tidak akan terjadi jika rakyat memilih langsung presidennya.

Baca Juga : Amien Rais Dukung Amandemen Ulang Konstitusi

"Jadi mengapa dulu saya selaku ketua MPR itu, melucuti kekuasaannya sebagai lembaga tertinggi yang memilih presiden, dan wakil presiden, itu karena penghitungan kami dulu perhitungannya agak naif. Sekarang saya minta maaf," kata Amien Rais.

Baca Juga : Mantan Aktivis 98: Presiden Dipilih MPR Cerminan Bangkitnya Kekuatan Orde Baru

(cw1/nusantaraterkini.co)