Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Dalam rangka memeriahkan Event Kejuaraan Aquabike Tahun 2024, Dinas Kebudayaan dan Parawisata mengadakan pergelaran seni dan budaya dewan kesenian, di Waterfroncity, Pangururan, Samosir, Rabu (13/11/2024).
Acara pengggelaran seni dan budaya diisi dengan penampilan dari setiap sanggar, menampilkan tarian-tarian batak sudah turun temurun yang menjadi ciri khas orang batak toba.

Baca Juga : Kejati Sumut Tahan GM PT Yodya Karya Terkait Korupsi KSPN Danau Toba Senilai Rp13 Miliar
Sebagaimana dalam menjalankan adat istiadat yang unik dan turun temurun, dihadirkan juga tarian multi etnis yang dimana artinya di Samosir sudah beragam etnis suku namun tetap toleransi dan melestarikan budaya batak agar tidak hilang terguras zaman.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan dari band lokal dan pemberian hadiah bagi siapa saja yang dapat menjawab quis.
Kadis Kebudayaan dan Parawisata Samosir, Tetty Naibaho mengatakan, pihaknya dipercayakan menjadi Tuan Rumah dalam ajang kejuaran dunia Aquabike.
Baca Juga : Puncak Arus Balik Minggu Besok: Polda Sumut Kerahkan Tim Urai Macet di Jalur Wisata dan Titik Rawan
"Amang dan inang kita sangat bersyukur bahwa kita dapat menjadi tuan rumah dalam ajang kejuaraan dunia Event Aquabike kedua yang diselenggarakan di empat Kabupaten yaitu Karo, Dairi, Simalungun, Samosir," ucapnya.
Tetty mengajak masyarakat Smosir untuk berbenah menjadi tuan rumah di Event Aquabike yang ramah dan menjaga kebersihan.
"Mari kita sama-sama berbenah layaknya boru niraja dan anak ni raja dari keramahan, senyum dan sapa sebagai tuan rumah Aquabike di Samosir agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses.Perlu di ingat bahwa kita semua, untuk selalu membuang sampah pada tempatnya agar kampung kita bersih dan nyaman," ucapnya.
Baca Juga : KAI Sumut Layani 233 Ribu Penumpang Januari 2026, KA Siantar Ekspres jadi Primadona

Ia juga mengajak untuk seluruh orang tua di Samosir untuk menitipkan anak-anaknya ke sanggar seni, untuk mempertahankan benteng kebudayaan tetap lestari dan terjaga.
"Mari amang dan inang kita titipkan anak-anak kita ke sanggar-sanggar seni yang dapat mengedukasi dan mepertahankan benteng kebudayaan tetap lestari dan terjaga, karena budaya kita harus tetap dipertahankan tidak boleh hilang terbawa arus zaman," tutupnya.
(cw8/nusantaraterkini.co)
