Pendaki asal Brasil Ditemukan Tewas Setelah Hilang Akibat Terjatuh di Gunung Rinjani
Juliana Marins diketahui sedang melakukan perjalanan keliling Asia Tenggara
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pendaki wanita asal Brasil, Juliana Marins (26), yang sempat dinyatakan hilang setelah terjatuh dari tebing di dekat kawah Gunung Rinjani, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Selasa (24/6/2025).
Kabar duka itu dikonfirmasi oleh keluarganya melalui sebuah pernyataan emosional di media sosial.
“Dengan sangat sedih, kami sampaikan bahwa dia tidak selamat. Kami tetap sangat berterima kasih atas semua doa, pesan kasih sayang, dan dukungan yang telah kami terima," tulis pihak keluarga, seperti dimuat BBC, mengutip RMOL, Rabu (25/6/2025).
BACA JUGA: Pendaki Asal Brasil Jatuh di Gunung Rinjani: Nyangkut di Tebing Sedalam 500 Meter
Juliana Marins diketahui sedang melakukan perjalanan keliling Asia Tenggara dan tiba di Pulau Lombok setelah mengunjungi Thailand dan Vietnam.
Ia mendaki Gunung Rinjani, gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, bersama lima teman dan seorang pemandu pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.30 waktu setempat.
Menurut keterangan otoritas taman nasional dan rekan pendaki, Marins terjatuh dari tebing curam yang mengelilingi jalur pendakian di sekitar kawah gunung.
“Medannya licin, pendakiannya sangat sulit, dan jarak pandang buruk,” kata seorang anggota kelompok kepada stasiun TV Brasil.
Meski sempat selamat dari jatuh pertama, dan terdengar berteriak minta tolong, cuaca buruk serta medan ekstrem membuat upaya penyelamatan sangat sulit.
BACA JUGA: 95 Persen Kebakaran Kawasan Hutan BTNG Rinjani Berhasil Dipadamkan
Drone yang digunakan pun kesulitan mendeteksi keberadaannya karena kabut tebal dan keterbatasan visibilitas.
“Pada Minggu pagi, rekaman drone menunjukkan bahwa dia tidak lagi berada di lokasi sebelumnya. Kabut tebal menghambat penggunaan drone termal, dan dia tidak merespons panggilan tim penyelamat," kata otoritas taman.
Setelah sempat dilacak kembali pada Senin (22/6/2025), tim penyelamat harus menghentikan upaya karena cuaca yang memburuk. Keluarga mengatakan bahwa Marins tampaknya jatuh lebih jauh dari lokasi awal.
Akhirnya pada Selasa (24/6/2025), tim berhasil mencapai lokasi tubuhnya setelah turun sekitar 600 meter ke dalam jurang.
Namun, kondisi cuaca yang masih tidak mendukung membuat evakuasi jasad belum bisa dilakukan, menurut pernyataan Badan Pencarian dan Penyelamatan Indonesia.
“Kami akan melanjutkan upaya pengambilan jenazah pada Rabu pagi,” kata Mohammad Syaffi, Kepala Pencarian dan Penyelamatan, yang juga menyebutkan bahwa total 50 orang terlibat dalam misi penyelamatan ini.
Gunung Rinjani, yang menjulang setinggi 3.726 meter, dikenal sebagai destinasi populer bagi pendaki dari seluruh dunia.
Namun, rutenya yang menantang dan kondisi cuaca yang tidak menentu sering kali meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pendaki yang kurang berpengalaman atau tanpa persiapan matang.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·17 menit yang lalu -
OLAHRAGABigetron by Vitality Juara MPL ID S18 Usai Tekuk NAVI
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·47 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·1 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·2 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan