Gubernur NTB Janji Perbaiki Regulasi di Gunung Rinjani Usai Pendaki Brasil Meninggal
Saya berkomitmen penuh sebagai Gubernur untuk memulai tinjauan komprehensif dengan semua pemangku kepentingan di wilayah Rinjani
Nusantaraterkini.co, LOMBOK - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan, peristiwa meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani telah mengguncangkan Tanah Air.
Untuk itu, dia berjanji akan membenahi infrastuktur di Gunung Rinjani, agar persitiwa ini tidak terulang kembali.
"Kami menyadari bahwa infrastruktur keselamatan di sepanjang jalur pendakian Rinjani harus ditingkatkan, karena gunung ini telah berkembang dari tujuan pendakian menjadi objek wisata internasional," katanya dalam video di Instagram dikutip, Minggu (29/6/2025).
BACA JUGA: Pendaki asal Brasil Ditemukan Tewas Setelah Hilang Akibat Terjatuh di Gunung Rinjani
"Dengan kesadaran ini, saya berkomitmen penuh sebagai Gubernur untuk memulai tinjauan komprehensif dengan semua pemangku kepentingan di wilayah Rinjani," ujarnya.
"Saya jamin bahwa kami akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan kami terhadap keadaan darurat atau bencana di masa mendatang. Ini termasuk menjalin kemitraan dengan para ahli global dalam operasi penyelamatan gunung dan vertikal," tegasnya.
Untuk langkah konkret, Lalu telah memerintahkan Pelaksana Harian (Plh) Sekda Provinsi NTB Lalu Moh Faozal untuk rapat lintas sektor membahas kesiapsiagaan di Gunung Rinjani.
Seperti diketahui, jenazah Juliana Marins berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan pada Rabu, 25 Juni 2025.
Evakuasi jenazah berhasil dilakukan dari ke dalam jurang lebih dari 600 meter oleh Tim SAR Gabungan.
Sebelumnya, Lalu juga meyakini tim SAR gabungan labgsung bekerja keras pasca peristiwa ini terjadi.
"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa sejak pertama kali kami diberi tahu tentang kecelakaan tersebut, tim penyelamat kami bertindak dengan urgensi dan dedikasi. Mereka mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri untuk melaksanakan misi mereka. Banyak dari mereka adalah sukarelawan, yang semata-mata didorong oleh rasa belas kasih dan kemanusiaan. Karena dalam budaya kami, mereka yang memasuki tanah kami dianggap sebagai keluarga," kata Lalu.
BACA JUGA: Pendaki Asal Brasil Jatuh di Gunung Rinjani: Nyangkut di Tebing Sedalam 500 Meter
Sayangnya, dalam operasi pencarian, medan ekstrem seperti kontur bukit dan cuaca sangat tidak bersahabat.
"Namun, terlepas dari upaya luar biasa tim penyelamat kami, operasi kami menghadapi tantangan besar dari kekuatan alam. Kabut tebal dan hujan terus-menerus menghambat upaya penyelamatan sejak hari pertama, sehingga sulit bagi drone termal untuk mendeteksi koordinat yang tepat," kata Lalu.
"Selain itu, medan berpasir di dekat lokasi menciptakan risiko ekstrem bagi dua helikopter yang kami kerahkan, karena kemungkinan pasir masuk ke mesin membuat operasi pengangkutan udara menjadi tidak aman," imbuhnya.
Hal ini disampaikan Lalu untuk dipahami seluruh pihak, bukan maksud dari pembelaan semata.
"Harap dipahami bahwa saya menyampaikan hal ini bukan sebagai alasan, tetapi sebagai pengakuan yang transparan atas keterbatasan kami saat ini," kata Lalu.
Di sisi lain, Lalu pun mengakui kompetensi para penyelamat di Indonesia saat ini masih kurang, pun juga dengan fasilitasnya.
"Kami menyadari bahwa jumlah personel penyelamat vertikal bersertifikat masih kurang, dan tim kami masih kekurangan peralatan canggih yang dibutuhkan untuk misi tersebut," katanya.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWABanjir Terjang Gayo Lues, 100 Rumah Rusak dan 4 Hanyut Terbawa Arus
hendra·16 menit yang lalu -
OLAHRAGABigetron by Vitality Juara MPL ID S18 Usai Tekuk NAVI
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hebat di Pool Damri Bandung, Puluhan Bus Hangus dan 13 Rumah Warga Terbakar
hendra·46 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPria Hendak Bakar Masjid di Pondok Kelapa Jaktim, 3 Jemaah Diserang Kapak dan Belati
hendra·1 jam yang lalu -
PERISTIWAKru Ketiga Helikopter Super Puma yang Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Tewas
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALEdarkan Sabu di Kawasan Pemukiman, Pria Paruh Baya Ditangkap Polrestabes Medan
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Ajak Warga Jaga Persaudaraan: Rawat Indonesia Dimulai dari Keluarga
hendra·2 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALTiang Lampu Merah Tanjung Morawa Dimaling, Dua Pelaku Diringkus
hendra·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan