Pemkab Aceh Tamiang Percepat Revitalisasi 8.161 Hektare Sawah Terdampak Banjir
Pemkab Aceh Tamiang mempercepat revitalisasi 8.161 hektare sawah terdampak banjir dengan dukungan Kementan dan TNI.
Nusantaraterkini.co, ACEH TAMIANG - Seluas 8.161 Hektare sawah di Kabupaten Aceh Tamiang, mengalami rusak parah akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui sinergi dengan Kemenetrian Pertanian dan lembaga pemangku kebijakan lainnya pun terus mempercepat upaya revitalisasi ribuan lahan pertanian warga yang terdampak banjir.
Zulkifli (52), seorang petani di Aceh Tamiang mengungkapkan, jika dirinya baru dapat kembali melakukan penanaman padi di sawah miliknya usai dilakukan pembersihan sisa lumpur banjir oleh aparat TNI menggunakan alat berat. Sebelumnya lumpur banjir yang menutupi area sawah miliknya ini, mengakibatkan rusaknya lahan produksi yang biasa ia gunakan untuk menanam padi.
"Sejak banjir kemarin baru ini lagi nanam padi, sebab lumpur banjir itu beda sama lumpur sawah. Setelah dibersihkan pakai alat berat, baru lah ini bisa dipakai lagi untuk menanam padi," ungkap Zulkifli, Rabu (19/8/2026).
Kendati demikian, dirinya pun mengaku jika saat ini petani masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang dapat dialirkan ke area persawahan untuk melakukan penanaman padi.
"Saat ini untuk air juga masih jadi masalah, karena air yang ada di aliran irigasi ini masih tercampur lumpur banjir," katanya.
Sementara itu Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi, mengatakan, saat ini pihaknya terus berkordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam upaya melakukan percepatan revitalisasi lahan pertanian warga yang rusak akibat banjir bandang. Menurutnya, lahan pertanian yang terimbas bencana alam ini terbagi dalam tiga kategori. Yakni, kategori rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
"Untuk saat ini ada 8.161 hektare lahan sawah yang terdampak bencana. Dan ini terbagi dalam tiga kategiri, untuk yang rusak ringan ditangani sendiri oleh petani, sementara yang rusak sedang dan berat ditangani oleh Kodim Aceh Tamiang. Namun, untuk anggarannya bersumber dari Kementerian Pertanian," ujar Armia saat ditemui Nusantaraterkini.co.
Hingga saat ini, kata dia, pertanian" class="article-tag-link" rel="tag">lahan pertanian yang telah berhasil dilakukan revitalisasi seluas 704 hektare. "Sementara, sisanya masih dalam proses pengerjaan," pungkas Armia.
(Alfi/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan