Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemkab Aceh Tamiang Percepat Revitalisasi 8.161 Hektare Sawah Terdampak Banjir

Pemkab Aceh Tamiang mempercepat revitalisasi 8.161 hektare sawah terdampak banjir dengan dukungan Kementan dan TNI.

Suasana lahan persawahan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, Pascabanjir Bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, Rabu (19/8/2026) siang. (foto : alfi/nusantaraterkini.co)
Suasana lahan persawahan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang, Pascabanjir Bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, Rabu (19/8/2026) siang. (foto : alfi/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co - Seluas 8.161 Hektare di Kabupaten Aceh Tamiang, mengalami rusak parah akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui sinergi dengan Kemenetrian dan lembaga pemangku kebijakan lainnya pun terus mempercepat upaya revitalisasi ribuan warga yang terdampak banjir.

Zulkifli (52), seorang di Aceh Tamiang mengungkapkan, jika dirinya baru dapat kembali melakukan penanaman padi di sawah miliknya usai dilakukan pembersihan sisa lumpur banjir oleh aparat menggunakan alat berat. Sebelumnya lumpur banjir yang menutupi area sawah miliknya ini, mengakibatkan rusaknya lahan produksi yang biasa ia gunakan untuk menanam padi.

"Sejak banjir kemarin baru ini lagi nanam padi, sebab lumpur banjir itu beda sama lumpur . Setelah dibersihkan pakai alat berat, baru lah ini bisa dipakai lagi untuk menanam padi," ungkap Zulkifli, Rabu (19/8/2026).

Kendati demikian, dirinya pun mengaku jika saat ini masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang dapat dialirkan ke area persawahan untuk melakukan penanaman padi.

"Saat ini untuk air juga masih jadi masalah, karena air yang ada di aliran ini masih tercampur lumpur banjir," katanya.

Sementara itu Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) , mengatakan, saat ini pihaknya terus berkordinasi dengan dalam upaya melakukan percepatan revitalisasi lahan pertanian warga yang rusak akibat banjir bandang. Menurutnya, lahan pertanian yang terimbas bencana alam ini terbagi dalam tiga kategori. Yakni, kategori rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. 

"Untuk saat ini ada 8.161 hektare lahan sawah yang terdampak bencana. Dan ini terbagi dalam tiga kategiri, untuk yang rusak ringan ditangani sendiri oleh petani, sementara yang rusak sedang dan berat ditangani oleh . Namun, untuk anggarannya bersumber dari Kementerian Pertanian," ujar Armia saat ditemui Nusantaraterkini.co.

Hingga saat ini, kata dia, " class="article-tag-link" rel="tag">lahan pertanian yang telah berhasil dilakukan revitalisasi seluas 704 hektare. "Sementara, sisanya masih dalam proses pengerjaan," pungkas Armia.

(Alfi/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait