Pembangunan IKN Sesuai Rencana, Sudah Ada 15 Investor Asing, 23 Dalam Negeri
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengaku optimis pembangunan IKN bergerak ke arah yang tepat dan mampu menarik investasi
Nusantaraterkini.co - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengaku optimis pembangunan IKN bergerak ke arah yang tepat dan mampu menarik investasi. Diperkirakan, 15 investor asing yang akan berpartisipasi pada awal tahun 2024.
Dilansir dari VOA Indonesia, sejauh ini, otorita mencatat adanya 23 investor dalam negeri yang telah mengawali pembangunan di IKN dengan total investasi sebesar Rp41 Triliun. Proyek pengembangan IKN ini tidak hanya melibatkan perusahaan berskala nasional, tetapi juga turut andil investor lokal dari Kalimantan Timur dalam proyek pembangunan IKN ini.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Otorita Ibu Kota Nusantara, Agung Wicaksono, mengatakan investor dalam negeri memprioritaskan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahanan ini.
“Mengenai investor asing yang langsung groundbreaking, seperti disampaikan Bapak Presiden, kita utamakan untuk investor dalam negeri dulu, karena tadi, bisa dilihat, semua bisa dilakukan investor dalam negeri, dan mereka pun bermitra, investor asing bisa masuk sebagai mitra. Ya, jadi, buat saya ini tidak menjadi suatu prioritas, dibandingkan dengan investor dalam negeri," ujarnya, dikutip dari VOAIndonesia.com.
Agung menyebut investor asing saat ini mengaku tertarik untuk terlibat dalam pembangunan IKN khususnya untuk hunian. Terdapat tiga negara melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Bandan Usaha (KPBU).
“Hunian itu, KPBU yang ikut perusahaan-perusahaan dari negara, pertama tetap Indonesia yang paling banyak, tapi kemudian juga ada dari China, dari China walaupun satu tapi ini minat jumlah (membangun) huniannya paling banyak, mereka berminat membangun 60 tower," katanya.
Kemudian, adapula dua perusahaan asal Malaysia.
"Jadi totalnya untuk KPBU hunian, untuk membangun hunian bagi ASN, saat ini kita hitung dari proses yang sudah berjalan ini totalnya, besarnya sekitar Rp55 Triliun, ini untuk membangun. Jadi, ketika nanti seleksi selesai dan sudah di-groudbreaking, maka paling tidak 55 Triliun ini yang akan mulai terwujud," paparnya.
Tidak hanya hunian, Agung menyebut sudah ada negara-negara asing yang akan mengambil bagian dalam pembangunan technology smart city di IKN, yang menyangkut sistem perkotaan, layanan pemerintah, akses dan mobilitas, keselamatan dan keamanan, lingkungan dan keberlanjutan, serta kelayakan hidup dan kehidupan perkotaan.
“Smart city peminatnya juga banyak, negara-negaranya, kalau boleh ditanya lima, disitu ada Korea, ada Amerika Serikat, ada China, ada Prancis, kemudian ada Finlandia, itu contohnya. Dan mengenai besarnya (investasi) nanti akan sangat tergantung, karena sektornya cukup banyak smart city,” katanya.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: VOA Indonesia
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·7 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·8 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·8 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·10 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·10 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·10 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan