Pecatan TNI Ditemukan Tewas, Diduga Dianiaya Oknum Keamanan PTPN IV dan BKO TNI
Mantan anggota TNI ditemukan tewas di Hamparan Perak, diduga dianiaya oknum keamanan PTPN IV dan BKO TNI.
Nusantaraterkini.co, MEDAN -Indra Utama (45) warga Dusun XVI Krani lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, ditemukan tewas, Senin (2/3/2026). Pecatan TNI ini diduga menjadi korban pengeroyokan oknum petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem dan oknum BKO TNI.
Sigit, saudara jauh korban, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara II Medan, mengungkapkan, korban sempat dianiaya di depan rumahnya. Selanjutnya, diseret ke tengah jalan agar tidak terlihat warga. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.45 WIB lalu.
"Indra itu ke luar rumah mau jual sawit. Tiba-tiba dihampiri lima orang. Dua di antaranya oknum BKO TNI PTPN IV dan tiga orang petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem Group, Mereka semua mengenakan pakaian preman," ujar Sigit, Selasa (3/3/2026).
Menurut Sigit, kawasan tempat tinggal korban memang berada di lingkungan PTPN IV Regional II. Meskipun ada beberapa petak lahan milik warga yang ditanami sawit.
"Tanah warga ada di situ, cuma kan namanya lingkungan PTPN. Tapi tetap saja enggak benar kalau main hakim sendiri," ungkapnya.
Sigit juga mengungkapkan bahwa Indra Utama ternyata adalah mantan anggota TNI yang telah diberhentikan. Sehari-hari, korban bekerja sebagai buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
"Sekarang kerjanya serabutan, kadang bangunan kalau ada proyek. Makanya saya heran kok tega-teganya mereka memperlakukan Indra seperti itu," kata Sigit dengan nada kesal.
Keluarga baru mengetahui kejadian tersebut pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, setelah mendapat kabar dari Kepala Desa Bulu Cina. Padahal, korban telah dibawa ke Klinik Asia Medika oleh petugas security sejak pukul 20.45 WIB.
"Kami keluarga enggak tahu apa-apa. Tahu-tahu dapat kabar dari kepala desa kalau Indra meninggal di klinik. Langsung kami ke sana," lanjutnya.
Saat melihat jenazah, keluarga menemukan sejumlah luka di sekujur tubuh korban.
"Dari badan, jelas kelihatan di dadanya lebam, bagian muka juga bengkak. Itu kami lihat sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi melalui Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami keterlibatan masing-masing pelaku. Saat ini, jenazah korban masih menjalani otopsi di RS Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
"Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar TKP dan klinik," ujarnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·3 menit yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan