Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya

Pemerintah menyiapkan rekening gratis bersaldo Rp50.000 bagi 25,16 juta warga. Simak syarat penerima, anggaran Rp1,28 triliun, dan jadwal realisasinya.

Bagikan:
Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening bank gratis dengan saldo awal Rp50.000 bagi 25,16 juta penduduk dewasa. Program bertajuk Satu Orang Satu Rekening tersebut menjadi salah satu agenda stimulus ekonomi yang dipersiapkan untuk akhir 2026. (Foto: ilustrasi AI).
Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening bank gratis dengan saldo awal Rp50.000 bagi 25,16 juta penduduk dewasa. Program bertajuk Satu Orang Satu Rekening tersebut menjadi salah satu agenda stimulus ekonomi yang dipersiapkan untuk akhir 2026. (Foto: ilustrasi AI).
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening bank gratis dengan saldo awal Rp50.000 bagi 25,16 juta penduduk dewasa. Program bertajuk Satu Orang Satu Rekening tersebut menjadi salah satu agenda stimulus ekonomi yang dipersiapkan untuk akhir 2026.

Melalui kebijakan ini, pemerintah tidak hanya ingin memperluas kepemilikan rekening perbankan, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Dengan begitu, penyaluran bantuan sosial diharapkan bisa berlangsung lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,28 triliun. Nantinya, setiap rekening baru yang memenuhi ketentuan akan memperoleh saldo awal sebesar Rp50.000.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut masih dalam tahap pematangan. Meski demikian, pemerintah menargetkan pembukaan rekening gratis bisa terlaksana dalam waktu dekat.

"Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan," ujar Airlangga, dikutip dari situs resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom Pemerintah), Jumat (6/11/2026).

Syarat Penerima Rekening Gratis Rp50.000

Program Satu Orang Satu Rekening tidak menyasar seluruh penduduk Indonesia. Pemerintah memprioritaskan masyarakat berusia minimal 17 tahun yang masuk kelompok kesejahteraan desil 1 hingga desil 4 serta belum mempunyai rekening bank.

Dengan kriteria tersebut, masyarakat yang tergolong kelompok ekonomi terbawah hingga menengah bawah dan belum memiliki rekening berpeluang menjadi penerima manfaat.

Namun, pemenuhan kriteria tersebut tidak serta-merta membuat seseorang otomatis mendapatkan rekening. Pemerintah masih perlu melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima berdasarkan basis data yang digunakan dalam program.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat inklusi keuangan nasional. Pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses layanan perbankan, termasuk untuk menerima bantuan maupun melakukan transaksi keuangan.

Kapan Program Rekening Gratis Dilaksanakan?

Bagi masyarakat yang menantikan program ini, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan realisasinya dalam dua bulan ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (6/11/2026). Artinya, pelaksanaan program diproyeksikan berlangsung sebelum akhir tahun 2026 atau memasuki awal 2027, bergantung pada penyelesaian persiapannya.

Hingga saat ini, tanggal pasti pembukaan rekening dan mekanisme pendaftaran belum diumumkan secara terperinci. Masyarakat sebaiknya menunggu informasi resmi pemerintah mengenai tahapan pendataan, bank pelaksana, serta cara memperoleh saldo awal Rp50.000.

Ada Bantuan Beras 10 Kg dan BSU Rp900 Ribu

Selain rekening gratis, pemerintah juga menyiapkan sejumlah bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang pergantian tahun.

Salah satunya bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram bagi sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Pemerintah juga merencanakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp900.000 untuk sekitar 13,3 juta pekerja.

Bantuan tersebut menyasar pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau sesuai ketentuan upah minimum provinsi (UMP).

"Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP atau upah minimum provinsi," tutur Airlangga.

Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga.

Tiket Pesawat Ditanggung PPN, Kereta Api Diskon 30 Persen

Stimulus pemerintah juga menyentuh sektor transportasi menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat. Kebijakan ini ditargetkan menjangkau sekitar 3,75 juta penumpang dengan periode penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Sementara itu, penumpang kereta api mendapatkan potongan harga tiket sebesar 30 persen. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1,04 juta penumpang untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Insentif juga disiapkan bagi pengguna kapal laut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dengan sasaran sekitar 414.000 penumpang.

Adapun untuk angkutan penyeberangan, pemerintah menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry. Program ini diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 1,42 juta penumpang.

Insentif transportasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Stimulus Akhir Tahun Berlanjut ke 2027

Paket kebijakan yang disiapkan pemerintah menunjukkan bahwa stimulus ekonomi tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek. Pemerintah juga merancang kelanjutan dan perluasan sejumlah program untuk mendukung perekonomian pada 2027.

Program Satu Orang Satu Rekening menjadi salah satu kebijakan yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang. Selain membuka akses masyarakat terhadap perbankan, program ini juga berpotensi memperkuat sistem penyaluran bantuan sosial.

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh rekening gratis dengan saldo awal Rp50.000, informasi mengenai persyaratan dan jadwal pelaksanaan perlu terus dipantau melalui kanal resmi pemerintah.

Sebab, meskipun target penerima dan anggaran telah disiapkan, tahapan pelaksanaan serta mekanisme penyaluran masih menunggu penyelesaian pemerintah.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait