Pasar Thrift Medan Kembali Digelar, Jadi Ajang Belanja Sekaligus Gaya Hidup Anak Muda
Pasar Thrift Medan Kembali Digelar, Jadi Ajang Belanja Sekaligus Gaya Hidup Anak Muda
Nusantaraterkini.co, MEDAN – Market Thrift Medan atau pasar barang dan pakaian bekas kembali digelar untuk kedua kalinya.
Kali ini, acara berlangsung di kawasan Kafka Space, Jalan Dr. Mansyur, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.
Baca Juga : Pasar Thrift Medan: Gen Z Berburu Gaya, Kritik Fast Fashion dan Rayakan Identitas
Mengusung tema 'The Colour of Thrift' pasar ini berlangsung sejak Sabtu, 27 September 2025, dan akan berakhir pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Layaknya sebuah festival, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan lapak-lapak dagangan, tetapi juga menampilkan penampilan musik dari band punk hingga hip-hop.
Pantauan Nusantaraterkini.co, pengunjung yang hadir mayoritas berasal dari kalangan anak muda. Mereka tampak hadir dengan gaya busana kasual pakaian longgar, sneakers warna mencolok, hingga kemeja oversize.
Suasana yang tercipta lebih dari sekadar berbelanja, melainkan perayaan gaya hidup anak muda kota.
Baca Juga : Rico Waas dan Istri Bareng Desainer Medan Hadiri Indonesia Fashion Week 2025
Puluhan tenda putih berjejer rapi di lokasi, masing-masing memajang beragam produk seperti sepatu sneakers, jaket, celana jeans, topi, hingga jam tangan.
Meski berlabel “bekas”, barang-barang yang ditawarkan masih layak pakai, bahkan sebagian nyaris baru dengan merek global seperti Nike, Adidas, Uniqlo, hingga Dickies.
“Harganya lebih terjangkau dan kualitasnya tidak kalah dengan barang baru. Bahkan ada yang punya nilai vintage,” kata Conan, salah seorang pengunjung, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga : Tampil Cantik Dukung Alam, Inilah Jejak Produk Lokal yang jadi Harapan Baru bagi Iklim
Conan menilai Market Thrift Medan berbeda dengan pasar barang bekas lain di Kota Medan.
“Barang-barangnya sesuai dengan keinginan dan banyak yang branded juga,” ujarnya.
Sementara itu, Beng (33), salah seorang pedagang, menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi.
Menurutnya, tren membeli pakaian bekas sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang terinspirasi dari budaya luar negeri.
Baca Juga : Buka Sumut Fashion Week 2025, Wakil Ketua Dekranasda Sebut Industri Fashion Bernilai Tinggi
“Antusiasmenya besar, baik dari penjual maupun pembeli. Ini sudah jadi tren,” ungkap Beng di lapaknya.
Beng menambahkan, pasar ini diinisiasi langsung oleh para pedagang dan terbukti memberi keuntungan karena minat masyarakat terus meningkat.
“Semoga bisnis ini tetap berjalan baik,” katanya.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·13 menit yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·8 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIBupati Pasaman Barat Jenguk Korban Serangan Buaya di RSUD
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Minta Bangso Batak Jaga Budaya dan Rangkul Anak Muda
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSTNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan