Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Palembang Diguyur Hujan, Ketua HMI MPO: Penantian Lama Akhirnya Datang Juga

Hujan mengguyur Palembang setelah berbulan-bulan kemarau. Ketua HMI MPO Wisnu Bhirawa Yudhoyono mengingatkan ancaman karhutla belum berakhir.

Ketua HMI MPO Palembang Wisnu saat membagikan masker kepada pengendara sepeda motor untuk mengantisipasi kabut asap yang melanda. (foto: dokumentasi pribadi)
Ketua HMI MPO Palembang Wisnu saat membagikan masker kepada pengendara sepeda motor untuk mengantisipasi kabut asap yang melanda. (foto: dokumentasi pribadi)
A A

Nusantaraterkini.co, - Setelah kurang lebih 4 bulan Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak diguyur . Alhasil masyarakat harus merasakan dan bersahabat dengan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tengah melanda di Kota Sriwijaya ini.

Namun, kabar gembira masyarakat Kota Palembang disampaikan oleh Ketua Palembang . Kabar gembira tersebut, karena setelah penantian kurang lebih 4 bulan, akhirnya Kota Sriwijaya diguyur hujan.

“Alhamdulillah, yang selama ini dinantikan masyarakat akhirnya turun. Ini menjadi kabar yang menggembirakan bagi kita setelah menghadapi kemarau panjang dan yang seakan sudah menjadi sahabat kita selama karhutla melanda,” katanya, Senin (26/10/2026).

Hujan tersebut, kata pria yang akrab disapa Wisnu ini, menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan harus menjalani aktivitas di tengah udara yang tercemar asap akibat karhutla. Namun, akunya, dengan turunnya hujan tidak serta merta menjadi tanda bahwa persoalan kabut asap berakhir.

“Kita patut bersyukur karena hujan sudah turun. Tapi, kita jangan sampai terlena. Selama ancaman karhutla masih ada, persoalan kabut asap belum bisa dianggap selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Dedi, warga Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengaku penantian panjang akhirnya turun juga. 

“Hujan juga di Sumsel bang. Sudah kurang lebih 4 bulan kita di sini tidak ada hujan turun, sehingga membuat asap dari karhutla terasa begitu pekat. Hari ini, mulai dari jam 10 malam sampai pagi tadi, hujan sudah turun. Ini sangat kita syukuri,” katanya, Senin pagi.

Mengenai bagaimana kondisi kabut asap di daerah Kayu Agung setelah diguyur hujan, Dedi menyatakan kabut asap sudah tidak terlihat. “Hujannya lumayan deras bang. Jadi karena itu juga, kabut asap pagi ini tidak terlalu kelihatan,” ujarnya.

Dedi juga berharap, semoga hujan ini bukan hujan terakhir dan kalau bisa hujan terus selama seminggu agar sisa karhutla yang melanda Kota Sriwijaya betul-betul bisa selesai.

“Harapan kita seminggu hujan berturut-turut, biar kabut asap bisa hilang karena air hujan,” harapnya.

Terpisah, Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Rony Samtana mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Kenapa tidak, hujan sudah lama dinantikan masyarakat Sumsel pada umumnya, khususnya Kota Palembang, sekarang hujan sudah turun dan hal itu patut kita syukuri.

“Mari kita syukuri turunnya hujan ini sebagai berkah dari Allah SWT atas doa dan upaya kita selama ini dalam upaya penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang meluas, tindakan tersebut juga menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan serta aktivitas perekonomian.

“Kami akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru