Nusantaraterkini.co, BINJAI - Organisasi masyarakat (Ormas) GRIB Jaya membantah kalau anggotanya terlibat bentrokan dengan anggota FKPPI Kabupaten Langkat.
Hal ini dikatakan Ketua Harian GRIB Jaya Sumatera Utara (Sumut) Dejon Badawi usai beredar berita simpang siur terkait dua peristiwa yang terjadi di Desa Lau Mulai, Kecamatan Selesai, Langkat, Senin (14/7/2025) lalu.
Dijelaskan Dejon, peristiwa pertama yang terjadi menyebutkan kalau anggota GRIB Jaya Langkat melakukan penyerangan terhadap anggota FKPPI yang sedang mengawal mobil pengangkut ayam.
BACA JUGA: Bentrokan Dua Ormas di Langkat, Polres Binjai Periksa Saksi dan Cek Lokasi
Sementara dalam penyerangan itu, tidak ada embel-embel atau simbol yang menguatkan kalau pelaku itu anggota GRIB Jaya. Jadi mereka hanya berasumsi kalau pelaku anggota GRIB Jaya.
"Jika ada anggota GRIB Jaya yang menyerang saat pengawalan mobil ayam, silahkan proses hukum, biar polisi yang bertindak," katanya, Sabtu (19/7/2025).
Dejon melanjutkan, di lokasi kedua yang videonya beredar luas di media sosial, jelas terlihat kalau puluhan orang membawa senjata tajam (sajam kelewang) melakukan penghadangan, penyerangan terhadap satu unit mobil warga yang saat itu melintas di lokasi kejadian.
"Nah, dari rekaman video itu, terlihat pelaku menggunakan mobil berlambang Ormas FKPPI. Bahkan ketua Ormas tersebut berinisial B disebut-sebut terlihat berada di lokasi kejadian bersama puluhan anggotanya," terangnya.
Diterangkan Dejon, jika bentrokan, sudah jelas dua kubu saling berhadapan di lokasi dan saling serang. Sementara, di lokasi tidak ada satu orang pun anggota GRIB Jaya.
"Jadi ini murni tindak pidana, bukan bentrokan seperti berita yang banyak beredar. Jelas video beredar luas, anggota FKPPI melakukan penyerangan terhadap warga. Sehingga warga sekitar ketakutan, dan membuat kondisi tidak kondusif," sebutnya.
Dejon melanjutkan, jika memang ada anggota FKPPI yang menjadi korban saat kejadian Senin dini hari itu, seharusnya diselesaikan secara hukum oleh pihak kepolisian, bukan melakukan penyerangan yang tidak jelas kepada warga.
BACA JUGA: Dua Ormas di Langkat Saling Serang, Dua Orang Luka Bacok, Satu Mobil Rusak Berat
"Oleh karena itu, kami minta kepada pihak kepolisian segera menangkap pelaku penyerangan terhadap warga. Kan di dalam video sudah jelas wajah-wajah pelaku, segera lakukan tindakan tegas, polisi harus menangkap mereka," tegasnya.
Dejon juga menegaskan agar polisi bertindak profesional dalam menangani kasus ini.
"Jika terbukti ada anggota GRIB Jaya yang terlibat dalam peristiwa itu, silahkan proses hukum. Kami juga tidak akan menghalangi tugas polisi. Tapi kami minta polisi profesional. Sekali lagi saya katakan, di video viral, jelas terlihat wajah-wajah pelaku penyerangan, segera tangkap dan proses hukum mereka," pungkasnya.
(*/Nusantaraterkini.co)
