Nobar Perhitungan Cepat, Pendukung Prabowo-Gibran Mulai Padati Istora Senayan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ribuan pendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran mulai memadati Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2024) sore.
Baca Juga : Magnet Queen Parrona Hotel by Sativa Hadirkan Nobar Timnas Indonesia & Cupping Fun Kopi Exclusive
Pantauan Nusantaraterkini.co, sebagian pendukung sudah mulai memasuki gedung dan sebagian lagi tampak masih di luar.
Baca Juga : Warkop Agam VIP Tempat Nobar Timnas, Manager Arifin: Kita Terbantu dengan Adanya Kegiatan ini
Mereka tampak antusias menyaksikan hitung cepat atau quick count yang ditampilkan pada lebar yang ada di dalam gedung.
Para pendukung ini juga mengenakan pakaian khas Prabowo-Gibran yakni biru muda. Mereka juga terlihat membawa berbagai poster bergambar wajah Prabowo-Gibran.
Baca Juga : Pasangan Satria Ucapkan Selamat ke Bobby-Surya Unggul di Pilgubsu, Ondim : Kedepan Ada Sinergitas
Pada layar itu terlihat menampilkan hitung cepat dari Cyrus Network dan CSIS Indonesia. Sementara ini pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan suara 58 persen, Anies-Muhaimin 24 persen dan Ganjar-Mahfud 16,8 persen.
Baca Juga : Hasil Quick Count di Langkat Satria Unggul 56 Persen, Raih 104.804 Suara
Seorang pendukung, Indra Kurniawan mengaku sangat optimis Prabowo-Gibran dapat memenangkan Pilpres dalam satu putaran. Dia menyebut hasil hitung cepat sementara ini membuat dirinya kian yakin kemenangan satu putaran dalam tercapai.
"Yakin, optimis menang satu putaran. Ya kita lihat aja quick qount sementara ini suara pak Prabowo dan mas Gibran unggul di atas 50 persen," katanya kepada Nusantaraterkini.co.
Seperti diketahui, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menggelar nobar hitung cepat Pilpres di Istora Senayan. Acara ini bertajuk Mengawal Suara Rakyat Pidato Prabowo-Gibran.
Sekretaris TKN Prabowo-Gibran Nusron Wahid mengatakan nobar ini terbuka untuk umum dan mengajak seluruh pendukung menyambut kemenangan Prabowo-Giran. Nobar ini juga akan di hadiri langsung Prabowo dan Gibran serta petinggi TKN dan parta Koalisi Indonesia Maju (KIM).
(HAM/nusantaraterkini.co)
