Nilai Tukar Rupiah Berhasil Menguat 0,61% Dibuka di level Rp16.413 Per Dolar AS
nilai tukar rupiah berhasil menguat dibuka di level Rp16.413 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada awal perdagangan hari ini. Senin (4/8/2025) nilai tukar rupiah berhasil menguat dibuka di level Rp16.413 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Cenderung Melemah Dipicu Data-data AS dan Hasil FOMC
Ini membuat rupiah menguat 0,61% dibanding penutupan Jumat (1/8) yang berada di level Rp 16.513 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.
Hingga pukul 09.01 WIB, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 1,03%. Disusul, ringgit Malaysia yang melesat 0,92%.
Baca Juga : Analis Pasar: Besok, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melanjutkan Pelemahan Terbatas
Selanjutnya, won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang sama-sama terkerek 0,38%. Lalu ada dolar Singapura yang terangkat 0,15%.
Berikutnya, baht Thailand menanjak 0,12% dan yuan China yang terlihat menguat 0,09% di pagi ini.
Sementara itu, yen Jepang jadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,22%.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,36% di Level Rp16.515 Per Dolar AS Pagi Ini
Kemudian ada dolar Hongkong yang melemah tipis 0,004% terhadap the greenback.
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Cenderung Melemah Dipicu Data-data AS dan Hasil FOMC
Pada perdagangan Jumat (1/8/2025) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,35% dibanding hari penutupan perdagangan sebelumnya ke Rp 16.513 per dolar AS.
Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Melemah Seiring The Fed yang hawkish
Sementara itu, berdasarkan data rupiah Jisdor Bank Indonesia, rupiah juga melemah 0,21% ke Rp 16.494 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, sentimen risk-off kembali meningkat di sesi Asia pasca pengumuman terbaru pemerintah AS terkait pengenaan tarif di berbagai negara Asia.
Sebagian besar negara mendapatkan pengenaan tarif yang lebih rendah dibandingkan pengumuman resiprokal 1 April, meskipun secara umum tarif yang dikenakan lebih dari 10%.
Saat ini pasar kembali mencermati arah perang dagang AS-China dimana kedua belah pihak sedang berunding menjelang deadline penundaan tarif AS-China.
Josua menyebut, sepanjang pekan ini, rupiah cenderung melemah, terutama disebabkan oleh penguatan data-data AS, serta hasil FOMC yang masih menimbulkan ketidakpastian terkait arah kebijakan the Fed.
"Pada pekan depan, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas, yang didorong oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang diperkirakan melambat dibandingkan dengan kuartal I-2025," ujar Josua kepada Kontan, Jumat (1/8/2025).
Josua mengatakan, pada pekan depan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas, yang didorong oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang diperkirakan melambat dibandingkan dengan kuartal I-2025.
Di sisi lain, dengan potensi melonggarnya ketenagakerjaan di AS, rupiah masih memiliki potensi penguatan di awal pekan.
Dari sisi domestik, Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah kontraksi manufaktur yang terjadi dalam 4 bulan terakhir.
Ini menunjukkan penurunan output produksi dan anjloknya permintaan baru.
Pada saat yang sama, permintaan ekspor baru kembali menurun, sedangkan perusahaan sedang dalam mode retrenchment yang ditandai dengan penurunan karyawan dan pembelian.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·3 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALTrump Tolak Proposal Iran, Teheran Masih Tunggu Jawaban Resmi soal Pembukaan Selat Hormuz
hendra·4 jam yang lalu -
-
EKONOMIKemiskinan Argentina Naik Jadi 32,3 Persen, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak
hendra·4 jam yang lalu -
PERISTIWAMarkas OPM Egianus Kogoya di Nduga Diserang dari Udara? Ini Kata TNI
hendra·5 jam yang lalu -
SUMSELHerman Deru Beberkan Strategi Program Sultan Muda Tekan Angka Pengangguran di Sumsel
hendra·5 jam yang lalu -
INTERNASIONALSurvei Ungkap 52 Persen Warga Filipina Merasa Tak Berdaya Hadapi Korupsi
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan