Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Trump Tolak Proposal Iran, Teheran Masih Tunggu Jawaban Resmi soal Pembukaan Selat Hormuz

Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Teheran mengaku masih menunggu respons resmi AS melalui mediator.

Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย TEHERAN โ€“ masih menunggu tanggapan resmi Amerika Serikat terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, meski Presiden AS Donald Trump telah menyatakan menolak tawaran tersebut.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan, Teheran telah mengetahui pernyataan Trump. Namun, hingga Sabtu (26/9/2026), Iran mengaku belum menerima jawaban resmi melalui mediator yang terlibat dalam komunikasi kedua negara, termasuk Qatar dan Pakistan.

Araghchi menyebut pernyataan Trump mengenai proposal Iran berisi sejumlah hal yang dinilai saling bertentangan. Menurut dia, penyelesaian persoalan Selat Hormuz tetap membutuhkan hasil dari proses negosiasi.

โ€œPresiden AS telah menyampaikan beberapa pernyataan yang baik, namun juga banyak hal yang kontradiktif,โ€ ujar Araghchi, seperti dilaporkan media pemerintah Iran.

Proposal Iran tersebut sebelumnya disampaikan kepada Washington melalui mediator. Dalam rencana itu, Teheran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali pembicaraan nuklir dalam waktu tujuh hari dengan sejumlah syarat.

Di antaranya adalah penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran, pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta penerapan gencatan senjata yang mencakup Lebanon.

Trump Tegaskan Menolak Proposal Iran

Trump kemudian mengatakan dirinya telah menolak proposal yang diajukan Iran.

โ€œMereka menyodorkan proposal, tetapi saya menolaknya,โ€ kata Trump kepada wartawan, dikutip pada Minggu (27/9/2026).

Menurut Trump, Iran menginginkan kesepakatan yang memungkinkan Selat Hormuz segera dibuka kembali karena kondisi yang dihadapi Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump meninggalkan Gedung Putih.

Meski demikian, pemerintah Iran menyatakan masih menunggu jawaban resmi dari pihak AS melalui jalur diplomatik. Teheran sebelumnya telah menyampaikan proposal tersebut dengan bantuan mediator untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam konflik AS-Iran karena merupakan jalur utama pengiriman energi global. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi internasional.

Iran dan AS Kembali Berhadapan

Proposal terbaru Iran disebut menghidupkan kembali kesepahaman yang pernah dicapai kedua negara pada Juni. Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal bertahan dan konflik kembali meningkat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mengatakan negaranya masih membuka peluang diplomasi, tetapi Teheran tidak lagi percaya sepenuhnya terhadap proses negosiasi dengan Washington. Qatar dan Pakistan disebut menjadi perantara dalam penyampaian pesan antara kedua pihak.

Di tengah kebuntuan tersebut, ketegangan kawasan juga terus berkembang. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap wilayah Arab Saudi turut meningkatkan kekhawatiran mengenai meluasnya konflik di Timur Tengah.

Perkembangan situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian pasar energi dan negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut. Proposal Iran dan penolakan Trump membuat masa depan pembukaan kembali jalur strategis itu masih belum jelas.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait