Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Melemah Seiring The Fed yang hawkish

nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal akibat arah kebijakan suku bunga Fed

Bagikan:
nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal akibat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal akibat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan kemarin kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal akibat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,22% Berada di Level Rp 16.441 Per Dolar AS

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot pada perdagangan Kamis (31/7) ditutup di level Rp 16.456 per dolar AS, melemah 0,31% dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, BI justru menurunkan suku bunga sebesar 25 bps dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. 

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Kembali Sulit Bergerak di Bawah Rp16.000 Per Dolar AS Hingga Akhir 2025.

"Ini memperlebar gap suku bunga dengan AS dan membuat rupiah kurang menarik di mata investor asing," tambah Sutopo.

"Selisih suku bunga yang melebar menyebabkan capital outflow, sehingga menambah tekanan terhadap ," lanjut Sutopo.

Untuk Jumat (1/8), rupiah diprediksi masih melemah seiring The Fed yang hawkish (menaikkan/mempertahankan suku bunga) dan BI yang cenderung dovish (menurunkan suku bunga).

Sutopo menaksir rupiah Jumat (1/8) berada di kisaran Rp 16.500 - Rp 16.600

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru