Analis Pasar: Besok, Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Melanjutkan Pelemahan Terbatas
nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,35% dibanding hari p
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (1/8/2025) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,35% dibanding hari penutupan perdagangan sebelumnya ke Rp 16.513 per dolar AS.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Berhasil Menguat 0,29% di Level Rp16.362 Per Dolar AS
Sementara itu, berdasarkan data rupiah Jisdor Bank Indonesia, rupiah juga melemah 0,21% ke Rp 16.494 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, sentimen risk-off kembali meningkat di sesi Asia pasca pengumuman terbaru pemerintah AS terkait pengenaan tarif di berbagai negara Asia.
Baca Juga : Analisis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Tertekan di Rentang Rp 16.350 - Rp 16.500
Sebagian besar negara mendapatkan pengenaan tarif yang lebih rendah dibandingkan pengumuman resiprokal 1 April, meskipun secara umum tarif yang dikenakan lebih dari 10%.
Saat ini pasar kembali mencermati arah perang dagang AS-China dimana kedua belah pihak sedang berunding menjelang deadline penundaan tarif AS-China.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah 0,27% ke Level Rp16.364 Per Dolar AS
Josua menyebut, sepanjang pekan ini, rupiah cenderung melemah, terutama disebabkan oleh penguatan data-data AS, serta hasil FOMC yang masih menimbulkan ketidakpastian terkait arah kebijakan the Fed.
"Pada pekan depan, rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas, yang didorong oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang diperkirakan melambat dibandingkan dengan kuartal I-2025," ujar Josua.
Josua mengatakan, pada pekan depan, nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas, yang didorong oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang diperkirakan melambat dibandingkan dengan kuartal I-2025.
Di sisi lain, dengan potensi melonggarnya ketenagakerjaan di AS, rupiah masih memiliki potensi penguatan di awal pekan.
Dari sisi domestik, Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah kontraksi manufaktur yang terjadi dalam 4 bulan terakhir.
Ini menunjukkan penurunan output produksi dan anjloknya permintaan baru.
Pada saat yang sama, permintaan ekspor baru kembali menurun, sedangkan perusahaan sedang dalam mode retrenchment yang ditandai dengan penurunan karyawan dan pembelian.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·57 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan