Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ngaku Polisi, Enam Oknum Diduga Wartawan Peras Warga: Aksi Terbongkar Usai Dikepung Warga

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Antara)

Nusantaraterkini.co, BOGOR – Enam orang pelaku pemerasan berhasil diamankan polisi setelah aksinya terbongkar di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Para pelaku nekat mengaku sebagai anggota aparat penegak hukum (APH) (Polisi) demi menakut-nakuti korban dan meminta uang “damai”.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, menjelaskan para pelaku mendatangi tempat usaha korban menggunakan mobil Toyota Avanza Veloz. Mereka mengaku berasal dari Polres Bogor dan Polda Jawa Barat untuk melancarkan aksinya.

“Para pelaku datang ke lokasi usaha korban dan mengaku sebagai anggota Polres dan Polda,” ujar AKP Budi saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Baca Juga : Truk Bermuatan Beras 10 Ton di Bajak, Pelaku Mengaku Polisi dan Bawa Senpi

Untuk memperkuat ancaman, keenam pelaku mengambil foto serta merekam video aktivitas usaha korban. Cara tersebut digunakan untuk menciptakan tekanan psikologis agar korban merasa takut dan menuruti permintaan mereka.

“Mereka mengambil foto dan video usaha korban sebagai alat untuk menakut-nakuti,” jelasnya.

Dalam aksinya, para pelaku sempat meminta uang damai sebesar Rp100 juta agar korban tidak dibawa ke kantor polisi. Setelah terjadi negosiasi, jumlah tersebut akhirnya disepakati menjadi Rp35 juta.

Baca Juga : Ngaku Polisi, Pria di Sumbawa Perkosa Siswi Usai Pulang Daftar PPDB

“Awalnya mereka meminta Rp100 juta, namun setelah negosiasi disepakati Rp35 juta,” ungkap AKP Budi.

Dipergoki dan Dikejar Warga

Aksi pemerasan tersebut akhirnya diketahui warga sekitar. Sejumlah warga langsung melakukan pengepungan di lokasi kejadian. Situasi sempat memanas sebelum petugas kepolisian tiba dan mengamankan para pelaku.

“Untuk menghindari tindakan anarkis dari warga, para pelaku segera kami amankan dan dibawa ke Mako Polsek Cigudeg,” katanya.

AKP Budi menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan anggota kepolisian dalam kasus tersebut. Keenam pelaku diketahui merupakan oknum wartawan yang mencatut nama institusi kepolisian.

“Tidak ada anggota Polres Bogor yang terlibat. Mereka adalah oknum wartawan yang mengaku sebagai aparat,” tegasnya.

Saat ditanya terkait media yang diklaim para pelaku, AKP Budi menyebut beberapa nama, di antaranya Khatulistiwa News, mediakotadotcom, Media Buser, dan Media Lembaga Prioritas Masyarakat Indonesia.

Saat ini, keenam pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna pendalaman kasus lebih lanjut.

(Dra/nusantaraterkini.co).