nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Kemarau berkepanjangan mengakibatkan air Danau Toba kuning, kotor dan keruh, hal tersebut membuat warga yang tinggal di Pangururan mengeluhkan.
Air Danau Toba menguning dan keruh terjadi di sekitar pinggiran Kota Pangururan, Waterfroncity, Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, pada Rabu (16/7/2025).
Salah satu warga mengaku Boru Sidabutar, mengatakan bahwa musim kemarau di Samosir sudah memasuki tiga bulan lamanya.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Ratusan Ikan Keramba Milik Warga Samosir Mati
"Kemarau panjang di Samosir sudah memasuki tiga bulan, kemaren-kemaren datang hujan gerimis yang membasahi saja tetapi sehingga masih terjadi kekeringan dan kemarau panjang. Selama musim kemarau air keruh namun kali ini benar-benar keruh dan menguning sehingga terkesan airnya kotor," ucapnya.
Sidabutar juga mengatakan bahwa air saat ini yang masuk ke rumah kurang layak digunakan untuk keperluan rumah tangga.
"Air Danau Toba merupakan air yg disalurkan ke rumah-rumah warga di Kota Pangururan dan sekitarnya, melihat kondisi air yang keruh dan kuning terkesan kotor kurang layak di gunakan sebagai cuci, mandi dan lainya," tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa selain air yang keruh di musim kemarau, air juga keseringan mati sehingga sangat menganggu aktivitas.
"Musim kemarau panjang menimbulkan air keruh dan kuning bahkan air kotor, tidak hanya itu air juga sering mati padahal air adalah sumber kehidupan yang selalu dipergunakan dalam menunjang kehidupan sehari-hari dan aktivitas lainya," tutunya
(JAS/nusantaraterkini.co)
