Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Musa Rajekshah Ingatkan Potensi Kenaikan Tiket Pesawat Dampak Pasokan Energi

Musa Rajekshah ingatkan potensi kenaikan tiket pesawat akibat lonjakan harga avtur global.

Musa Rajekshah saat diwawancarai wartawan (foto: luki setiawan/nusantaraterkini.co)
Musa Rajekshah saat diwawancarai wartawan (foto: luki setiawan/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA–Anggota Komisi V DPR yang akrab disapa , menyoroti potensi kenaikan harga seiring meningkatnya harga di pasar global. Ia menyebut fenomena tersebut merupakan dampak dari tren kenaikan harga energi dunia yang sulit dihindari.

Menurut , kenaikan harga sebagai bahan bakar utama pesawat akan berdampak langsung terhadap biaya operasional maskapai. Kondisi ini, pada akhirnya, berpotensi mendorong penyesuaian tarif tiket penerbangan.

“Ini sudah menjadi cerita global. Kita tahu harga dunia sedang naik. Dengan kenaikan avtur, tentu akan terkoreksi juga pada harga ,” ujar Ijeck, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai masih mampu menjaga stabilitas harga melalui berbagai skema subsidi. 

Ia berharap dampak kenaikan tersebut tidak terlalu membebani masyarakat, terutama jika dibandingkan dengan negara lain.

“Kita bersyukur pemerintah masih bisa menahan melalui subsidi, sehingga kenaikannya tidak setinggi negara-negara lain,” katanya.

Ijeck mengakui belum ada hitungan pasti terkait persentase ideal kenaikan tarif tiket. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan harga avtur hampir pasti akan memengaruhi harga tiket pesawat secara keseluruhan.

Selain faktor bahan bakar, ia juga menyinggung kemungkinan adanya beban tambahan lain, seperti biaya perawatan pesawat, yang turut memengaruhi struktur biaya .

“Beban operasional maskapai pasti meningkat, dan itu biasanya akan dibebankan ke harga tiket. Tapi kami berharap kenaikannya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Terkait langkah konkret dari DPR, Ijeck menyebut hingga saat ini Komisi V masih menunggu arah kebijakan lebih lanjut serta komunikasi internal sebelum mengambil sikap resmi mengenai penyesuaian tarif tersebut.

“Kami masih menunggu pembahasan lebih lanjut di Komisi V. Nantinya akan dilihat bagaimana arah kebijakan yang akan diambil,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait