Nusantaraterkini.co - Aksi polisi Israel menghalangi dan memukuli warga Palestina yang memasuki Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur untuk melakukan salat Tarawih pertama di bulan suci Ramadan menjadi sorotan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad.
Prof Dadang mengecam aksi polisi Israel tersebut, ia menyebut Israel bangsa biadab dan intoleran.
"Pemerintah Israel itu adalah contoh manusia yang sudah hilang sifat manusianya, kejam, biadab dan intoleran kepada orang lain. Mereka menganggap bangsa yang super dan orang lain harus dilenyapkan," kata Prof Dadang kepada wartawan, Selasa, (12/3/2024), dikutip dari detikcom.
Baca Juga : Muhammadiyah Tetapkan Ramadan 1447 H Tanggal 18 Februari dan Idul Fitri 20 Maret 2026
Dadang menilai Pemerintah Israel telah melakukan pelanggaran HAM lantaran melarang warga Palestina untuk beribadah.
"Pelarangan orang beribadah merupakan pelanggaran HAM dan bentuk intoleransi tingkat tinggi... contoh radikalisme itu ya Israel," ucapnya.
Sependapat dengan Dadang, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti, mengatakan yang dilakukan oleh polisi Israel terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa sudah keterlaluan.
Baca Juga : Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Dikabarkan Masuk Kabinet Zaken, Relawan Prabowo Beri Apresiasi
Ia mendorong untuk segera melakukan upaya penghentian yang lebih serius terhadap kekejaman Israel di Palestina.
"Tindakan polisi Israel itu sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang apapun," ujar Abdul Mu'ti.
"Harus ada upaya internasional yang lebih serius untuk menghentikan semua bentuk kekerasan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap bangsa Palestina," tambahnya.
Baca Juga : Kumpulkan Para Senior Diplomasi, Presiden Prabowo Diskusi Santai Bahas Geopolitik di Istana
Seperti diketahui, polisi Israel membuat blokade di Masjid Al-Aqsa saat ratusan warga Palestina hendak melakukan shalat Tarawih pertama di bulan suci Ramadan. Polisi Israel juga menghalangi warga memasuki Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur dan memukuli warga.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom
