Modernisasi Pemantauan Hutan: Kemenhut, FAO, dan Norwegia Gulirkan Proyek MERANTI senilai US$4,83 Juta
Kemenhut, FAO, dan Norwegia meluncurkan proyek MERANTI senilai US$4,83 juta untuk memodernisasi pemantauan hutan berbasis teknologi digital.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) meluncurkan proyek Monitoring and Enhancement of Remote Sensing for National Forest Inventory (MERANTI). Program bernilai 4,83 juta dolar AS hasil dukungan Pemerintah Norwegia ini ditujukan untuk memodernisasi sistem pemantauan hutan nasional berbasis teknologi digital secara transparan dan akurat.
โPercepatan ini dihadirkan guna menyempurnakan skema Inventarisasi Hutan Nasional (IHN 2.0) dengan mengombinasikan survei lapangan dan citra satelit penginderaan jauh, termasuk di areal yang sulit dijangkau seperti ekosistem mangrove dan hutan kelola masyarakat.
โDirektur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan, Ade Tri Ajikusumah, menegaskan, ketersediaan basis data spasial yang presisi merupakan modal mendasar bagi arah kebijakan dan pelaporan aksi iklim.
โ“Salah satu prasyarat penting dalam penyelenggaraan kehutanan yang baik adalah tersedianya data yang akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data kehutanan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, pemantauan kondisi sumber daya hutan, evaluasi pengelolaan hutan, serta penyusunan berbagai laporan nasional dan internasional,” jelas Ade Tri Ajikusumah saat peluncuran proyek di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
โLangkah ini sejalan dengan target pencapaian Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC) Indonesia untuk memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% secara mandiri atau 43,2% lewat skema internasional pada 2030, di mana sektor Forestry and Other Land Uses (FOLU) menjadi penopang utama.
โPenasihat Bidang Hutan dan Iklim Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta, Esben Marcussen, menyampaikan komitmen negaranya dalam mendukung iklim investasi berbasis data hutan tepercaya.
โ“Aksi iklim yang kuat bergantung pada data dan bukti yang terpercaya. Sistem inventarisasi dan pemantauan hutan Indonesia memegang peranan krusial dalam menyediakan landasan tersebut. Inilah sebabnya Norwegia mendukung MERANTI. Proyek ini akan memodernisasi Inventarisasi Hutan Nasional serta memastikan integrasi yang lebih baik dengan sistem pemantauan hutan nasional. Data yang lebih baik dan lebih terpercaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama iklim internasional serta meningkatkan pengambilan keputusan berbasis bukti untuk pengelolaan hutan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan,” ujar Esben Marcussen.
โPelaksanaan proyek MERANTI direncanakan berlangsung sepanjang 2026 hingga 2028 dengan mencakup pengumpulan data di sedikitnya 500 klaster IHN di seluruh Indonesia. Hasil pengolahan data lapangan nantinya bakal diintegrasikan secara terpadu ke portal Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA).
โPerwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menekankan pentingnya transfer pengetahuan teknologi tinggi demi memperkuat kemandirian analisis geospasial para ahli di tanah air.
โ“Ini adalah sistem dan data milik Indonesia. Peran kami adalah membantu memperkuatnya dengan menghadirkan pengalaman, standar, serta pendekatan teknis berskala internasional; mendukung modernisasi penginderaan jauh dan sistem pemantauan nasional; dan yang terpenting, melakukan transfer pengetahuan serta pengembangan kapasitas yang akan tetap ada di Indonesia; bersama lembaga dan tenaga ahli Indonesia, jauh setelah proyek ini berakhir,” ujar Rajendra Aryal.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·4 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·6 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·7 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·8 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan