Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Modernisasi Pemantauan Hutan: Kemenhut, FAO, dan Norwegia Gulirkan Proyek MERANTI senilai US$4,83 Juta

Kemenhut, FAO, dan Norwegia meluncurkan proyek MERANTI senilai US$4,83 juta untuk memodernisasi pemantauan hutan berbasis teknologi digital.

Bagikan:
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) meluncurkan proyek Monitoring and Enhancement of Remote Sensing for National Forest Inventory (MERANTI), Kamis (10/9/2026).(foto: fao)
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) meluncurkan proyek Monitoring and Enhancement of Remote Sensing for National Forest Inventory (MERANTI), Kamis (10/9/2026).(foto: fao)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kementerian Republik bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB () meluncurkan proyek Monitoring and Enhancement of Remote Sensing for National Forest Inventory (). Program bernilai 4,83 juta dolar AS hasil dukungan Pemerintah ini ditujukan untuk memodernisasi sistem nasional berbasis teknologi digital secara transparan dan akurat.

โ€‹Percepatan ini dihadirkan guna menyempurnakan skema () dengan mengombinasikan survei lapangan dan , termasuk di areal yang sulit dijangkau seperti ekosistem mangrove dan hutan kelola masyarakat.

โ€‹Direktur Jenderal Planologi Kehutanan , Ade Tri Ajikusumah, menegaskan, ketersediaan basis data spasial yang presisi merupakan modal mendasar bagi arah kebijakan dan pelaporan aksi iklim.

โ€‹“Salah satu prasyarat penting dalam penyelenggaraan kehutanan yang baik adalah tersedianya data yang akurat, mutakhir, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, pemantauan kondisi sumber daya hutan, evaluasi pengelolaan hutan, serta penyusunan berbagai laporan nasional dan internasional,” jelas Ade Tri Ajikusumah saat peluncuran proyek di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

โ€‹Langkah ini sejalan dengan target pencapaian Enhanced Nationally Determined Contributions (ENDC) Indonesia untuk memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% secara mandiri atau 43,2% lewat skema internasional pada 2030, di mana sektor Forestry and Other Land Uses () menjadi penopang utama.

โ€‹Penasihat Bidang Hutan dan Iklim Kedutaan Besar Kerajaan di Jakarta, Esben Marcussen, menyampaikan komitmen negaranya dalam mendukung iklim investasi berbasis data hutan tepercaya.

โ€‹“Aksi iklim yang kuat bergantung pada data dan bukti yang terpercaya. Sistem inventarisasi dan memegang peranan krusial dalam menyediakan landasan tersebut. Inilah sebabnya Norwegia mendukung . Proyek ini akan memodernisasi serta memastikan integrasi yang lebih baik dengan sistem pemantauan hutan nasional. Data yang lebih baik dan lebih terpercaya memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama iklim internasional serta meningkatkan pengambilan keputusan berbasis bukti untuk pengelolaan hutan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan,” ujar Esben Marcussen.

โ€‹Pelaksanaan proyek MERANTI direncanakan berlangsung sepanjang 2026 hingga 2028 dengan mencakup pengumpulan data di sedikitnya 500 klaster IHN di seluruh Indonesia. Hasil pengolahan data lapangan nantinya bakal diintegrasikan secara terpadu ke portal Sistem Monitoring Hutan Nasional ().

โ€‹Perwakilan untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menekankan pentingnya transfer pengetahuan teknologi tinggi demi memperkuat kemandirian analisis geospasial para ahli di tanah air.

โ€‹“Ini adalah sistem dan data milik Indonesia. Peran kami adalah membantu memperkuatnya dengan menghadirkan pengalaman, standar, serta pendekatan teknis berskala internasional; mendukung modernisasi penginderaan jauh dan sistem pemantauan nasional; dan yang terpenting, melakukan transfer pengetahuan serta pengembangan kapasitas yang akan tetap ada di Indonesia; bersama lembaga dan tenaga ahli Indonesia, jauh setelah proyek ini berakhir,” ujar Rajendra Aryal.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait