Laporan Pertanian Organik Diluncurkan Guna Perkuat Pangan Nasional
Bappenas, FAO, dan AOI meluncurkan Statistik Pertanian Organik Indonesia 2025 untuk memperkuat tata kelola pangan nasional berbasis data.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), serta Aliansi Organis Indonesia (AOI) resmi meluncurkan laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia (SPOI) 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Peluncuran yang dikemas dalam ajang Organic Day ini bertujuan memperkuat tata kelola pangan nasional berbasis data yang terukur.
โLaporan SPOI 2025 mencatat luas lahan pertanian organik di Indonesia tumbuh 24 persen sejak 2020, mencapai 65.100 hektare pada 2024. Separuh dari total lahan tersebut tersebar di Pulau Sumatera. Selain itu, jumlah produsen organik melonjak tiga kali lipat menjadi 108.469 orang. Data ini menjadi instrumen penting untuk mengejar target proporsi komoditas pertanian organik sebesar 1,55 persen pada 2029 mendatang.
โDeputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menegaskan pentingnya data ini untuk perencanaan pembangunan dari pusat hingga daerah.
โโMelalui laporan Statistik Pertanian Organik Indonesia tahun 2025 ini, kita dapat terus memperkuat tata kelola melalui tiga parameter utama: data deret waktu yang konsisten, metodologi dan cakupan komoditas yang terstandarisasi, serta integrasi data ke dalam siklus perencanaan dan pembangunan,โ ujar Teguh, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (2/11/2026).
โPada kesempatan yang sama, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mendorong keterlibatan penuh petani skala kecil dalam ekosistem organik nasional. Menurutnya, praktik agroekologi tradisional di tingkat tapak berkembang sangat pesat.
โโData menunjukkan kemajuan yang jauh lebih besar ketika para petani ini disertakan dalam data kita; itulah sebabnya mereka harus diintegrasikan ke dalam strategi pengembangan ekosistem pertanian organik,โ kata Rajendra.
โDirektur AOI, Sukmi Alkausar, menyuntikkan optimisme bahwa laporan ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan kelestarian ekosistem dari hulu ke hilir.
โโLaporan SPOI tidak boleh hanya dipandang sebagai kumpulan angka statistik; sebaliknya, laporan ini harus menjadi instrumen penting bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan, menentukan prioritas investasi, serta menyusun program yang lebih tepat sasaran,โ tutur Sukmi.
โSelain merilis laporan, Bappenas bersama FAO, IFAD, dan KNPK juga membentuk Komite Koordinasi Bersama (Joint Coordination Committee) untuk Petani Keluarga sebagai wadah perumusan kebijakan lintas sektor. Rangkaian acara Organic Day ini turut dimeriahkan pameran produk organik dari 19 provinsi serta diskusi keterlibatan generasi muda dalam menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OLAHRAGAKONI Sumut Respons Soal Ade Jadi Ketum Aquatik Jakarta
Herman Saleh Harahap·16 menit yang lalu -
INTERNASIONALDarurat Kriminal, Ekuador Kembali Terapkan Jam Malam di 5 Provinsi
Rozie Winata·25 menit yang lalu -
NEWS VIDEOEdarkan 599 Vape Narkoba, Pegawai Lapas Kelas I Medan Diringkus Satnarkoba Polrestabes Medan
Fadli Tara·48 menit yang lalu -
-
-
NEWSLaporan Pertanian Organik Diluncurkan Guna Perkuat Pangan Nasional
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKPK Evaluasi Pemanggilan Ulang Menteri ATR Nusron Wahid
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Ringkus Pegawai Lapas Medan Terduga Kurir Vape Narkoba
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
SEPAKBOLAPSMS Siap Tempur Hadapi Persija di Laga Pembuka League Cup
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan