Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Menakar Peluang Bobby Nasution di Pilgubsu 2029, Akankah Menantu Jokowi Kembali Borong Dukungan Partai?

Menakar peluang Bobby Nasution maju di Pilgubsu 2029 setelah Putusan MK dan dominasi dukungan partai

Pengamat sekaligus tokoh masyarakat Kota Padangsidimpuan Khairul Arief. (Foto: istimewa)
Pengamat sekaligus tokoh masyarakat Kota Padangsidimpuan Khairul Arief. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Meski Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) periode 2029–2035 masih cukup jauh, spekulasi politik di tengah masyarakat mulai menghangat.

Hingga saat ini, pimpinan partai politik di tingkat daerah belum menunjukkan sinyal atau nama kandidat yang akan diusung, menciptakan ruang diskusi luas mengenai peta kekuatan politik ke depan.

Pengamat sekaligus tokoh masyarakat dari Kota Padangsidimpuan Khairul Arief, menyoroti bahwa akan menjadi bagian dari gelombang baru nasional.

Hal ini merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang memisahkan jadwal Pemilu Nasional (Pilpres/Pileg) dengan Pemilu Daerah.

Peluang di Periode Kedua

Bobby Nasution, yang kini memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai , diprediksi kuat akan kembali diusung untuk periode kedua. Mengingat posisinya sebagai petahana, ia dipersiapkan untuk mempertahankan kursi kepemimpinan di Sumatera Utara.

Menurut Khairul Arief, kunci kekuatan Bobby terletak pada kedekatannya dengan pimpinan partai politik nasional di pusat. Pola koalisi besar yang ia bangun pada Pilkada 2024 yang mengantarkannya bersama H. Surya memimpin Sumut periode 2024–2029 dinilai menjadi preseden yang mungkin terulang kembali.

"Strategi dan kedekatan Bobby dengan elit partai di tingkat pusat sangat kuat. Bukan tidak mungkin dominasi partai pendukung pada periode sebelumnya kembali ia dapatkan untuk memuluskan langkah di periode kedua," ujar Khairul.

Dinamika Politik

Meski demikian, Khairul Arief tidak menampik bahwa konstelasi politik di Sumatera Utara sangat cair. Ia menekankan bahwa prediksi saat ini hanyalah satu dari sekian banyak tafsir yang berkembang di ruang publik.

"Analisis politik ini sangat dinamis. Setiap arah kebijakan partai nantinya tentu akan melahirkan tafsir dan pergerakan yang berbeda-beda. Kita akan melihat bagaimana pimpinan partai merespons dinamika ini seiring berjalannya waktu," tutupnya.

(Tim/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait