Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Megawati Mengaku Ngamuk ke Yasonna, Ini Penyebabnya

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyentil kadernya Yasonna Laoly yang kini menjabat sebagai Menkumham karena dianggap tidak melindungi sesama kader partai.

Menurutnya, saat ini kader PDIP sedang ditarget oleh penguasa, terutama terkait masalah hukum.

"Pak Loly, saya suka ngamuk ke dia loh jadi menteri ngapain lho lah anak buah kita maunya ditarget melulu," kata Megawati di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).

Baca Juga : Prabowo Tak Kunjung Bertemu Megawati, Hasto Kristiyanto : Pertemuan Akan Terjadi Pada Waktu yang Tepat

Megawati kemudian menyinggung pengalamannya yang dipanggil kepolisian hingga kejaksaan sebanyak 3 kali. Dia menyebut saat itu dirinya seperti diintimidasi dengan tampang penyidik.

"Tiga kali zaman dulu saya dipanggil polisi kejaksaan sekali kan orangnya tampang serem serem. Yang dipanggil jadi mau ketawa kan baru saja duduk. Terus batin saya oo ngapa ya," ucap dia.

"Sampai saya bilang, Pak tolong ya santai saja ya Pak saya datang ke sini bukan dipaksa sukarela loh. Nah kalian takut. Itu tampangnya sudah, teruskan bawa map," tambah dia.

Baca Juga : 58 Hari Pascabencana, PDI Perjuangan Laksanakan Perayaan Natal di Hutanabolon Tapteng

Megawati pun menyinggung kasus hukum Sekjen Hasto Kristiyanto terkait buronnya Harun Masiku. Dia meminta Hasto untuk tidak takut menghadapi hal tersebut.

"Aku aja datang sampai tiga kali To, yo datang no buk, siapa sih yang manggil kamu tanyain namanya, namanya Rosa," ucap Megawati menirukan percakapan dengan Hasto.

"Emangnya siapa die hehe betul enggak? Iya orang dia manusia juga gile, nanti pasti kalau sudah kedengeran ini beritanya sudah bla bla hehehe terus pasti 'gimana cara manggil Bu Mega ya bla bla ya gue panggilin seluruh ahli hukum mau ikut saya?," tutup Megawati dikutip kumparan.

(Dra/nusantaraterkini.co)