Mayoritas Bursa Asia Menguat Terseret Perundingan Trump-Zelenskiy
mayoritas bursa Asia menguat indeks Nikkei 225 naik 180,51 poin atay 0,42% ke 43.554,98, Hang Seng naik 23,27 poin atau 0,09% ke 25.293,34 di pasar sp
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Senin (18/8/2025) mayoritas bursa Asia menguat indeks Nikkei 225 naik 180,51 poin atay 0,42% ke 43.554,98, Hang Seng naik 23,27 poin atau 0,09% ke 25.293,34 di pasar spot.
Baca Juga : IHSG Menghijau Bertambah 35,74 Poin ke Level 6.900 di Awal Perdagangan Selasa (8/7/2026)
Sementara Taiex turun 29,58 poin atau 0,13% ke 24.302,64, Kospi turun 32,83 poin atau 1,02% ke 3.192,83,
Sedangkan, ASX 200 naik 16,84 poin atau 0,19% ke 8.955,50, Straits Times turun 12,27 poin atau 0,29% ke 4.128,71 dan FTSE Malaysia naik 1,79 poin atau 0,11% ke 1.578,03.
Baca Juga : Bursa Asia: Indeks S&P/ASX 200 Australia Turun 0,42% dan Nikkei 225 Jepang Naik 0,38%
Bursa Asia mixed, karena investor berhati-hati mencermati perundingan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Senin (18/8/2025).
Mengutip Bloomberg, KTT AS-Rusia akhir pekan lalu berakhir tanpa eskalasi geopolitik.
Baca Juga : Bursa Asia: Indeks S&P/ASX 200 Australia Turun 0,42% dan Nikkei 225 Jepang Naik 0,38%
Fokus investor kini beralih ke perundingan Trump-Zelenskiy di Washington untuk mendapat petunjuk arah tentang pasar, setelah KTT AS-Rusia berakhir tanpa sanksi baru terharap Rusia maupun pembeli minyak mentahnya.
Para pedagang juga menanti pertemuan tahunan Federal Reserve di Jackson Hole. Pidato Ketua The Fed Jerome Powell akan dicermati untuk mencari sinyal penurunan suku bunga pada September.
"Ketua Powell kemungkinan akan memberi sinyal bahwa risiko terhadap mandat ketenagakerjaan dan inflasi mulai seimbang, yang akan mempersiapkan The Fed untuk kembali mengembalikan suku bunga acuan ke netral," kata Andrew Hollenhorst, kepala ekonom di Citi Research seperti dikutip Reuters.
"Namun Powell tidak akan secara eksplisit memberi sinyal penurunan suku bunga pada bulan September, karena masih menunggu laporan ketenagakerjaan dan inflasi bulan Agustus," tambahnya.
"Ini akan cukup netral bagi pasar yang sudah sepenuhnya memperhitungkan penurunan suku bunga pada bulan September."
Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga seperempat poin sebesar sekitar 85% pada pertemuan The Fed pada 17 September, dan memperkirakan pelonggaran lebih lanjut pada bulan Desember.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·1 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·3 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·4 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan