Bursa Asia Bervariasi Dengan Kecenderungan Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini
Bursa Asia bervariasi di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,33% ke 39.601,01. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,12% ke 19.947,23.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini. Senin (16/12/2024), pukul 08.21 WIB Bursa Asia bervariasi di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,33% ke 39.601,01. Berbeda, indeks Hang Seng melemah 0,12% ke 19.947,23.
BACA: Mayoritas Bursa Asia Turun Mengikuti Penurunan Saham AS Menjelang Rilis Data Pekerja AS
Sementara, indeks Taiex menanjak 1% ke 23.250,65. Indeks Kospi melemah tipis 0,01% ke 2.494,15 dan indeks ASX 200 melemah 0,27% ke 8.273,4.
Sedangkan, FTSE Straits Times bergerak tipis 0,00% ke 3.810,33dan FTSE Malay menguat 0,03% ke 1.609,17.
BACA: mayoritas bursa Asia turun, mengikuti penurunan saham AS menjelang rilis data pekerjaan
Di sisi lain, Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat di awal pekan ini, dengan investor menantikan beberapa keputusan utama dari bank sentral yang akan dirilis minggu ini termasuk Bank of Japan dan People’s Bank of China.
Keputusan Federal Reserve pada tanggal 18 Desember di Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi perhatian utama bagi investor, dengan alat CME Fedwatch memperkirakan peluang 96% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
BACA: Harga Emas Antam Turun Rp8.000 Dibanderol Rp1.514.000 Per Gram di Perdagangan Jumat (6/12/2024)
BOJ kemungkinan akan mempertahankan suku bunga saat merilis keputusannya pada hari Kamis, sementara PBOC akan mengumumkan suku bunga pinjaman utamanya pada hari Jumat.
LPR satu tahun memengaruhi pinjaman perusahaan dan sebagian besar pinjaman rumah tangga di China, dan LPR 5 tahun berfungsi sebagai patokan untuk suku bunga hipotek.
Pada hari Senin, para investor akan menilai data ekonomi yang dikeluarkan dari China, termasuk angka-angka November untuk produksi industri, penjualan eceran, dan harga rumah di negara tersebut.
Pada hari Jumat di AS, Dow Jones Industrial Average turun untuk sesi ketujuh pada hari Jumat (13/12), turun 0,2% dan mencatatkan penurunan terpanjang sejak 2020.
Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite naik 0,12% dan S&P 500 yang berbasis luas mengakhiri sesi dengan sedikit perubahan, ditutup pada 6.051,09.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·2 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·3 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·5 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan