Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Marak Pertamax Oplosan, Tokoh Pemuda Binjai Minta Pihak Terkait Lakukan Sidak SPBU

Masyarakat Indonesia dikejutkan oleh temuan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan tujuh tersangka dalam dugaan kasus korupsi tata kelola minyak

Bagikan:
Marak Pertamax Oplosan, Tokoh Pemuda Binjai Minta Pihak Terkait Lakukan Sidak SPBU. Yhudi William Pranata. (Foto: Dok Pribadi).
Marak Pertamax Oplosan, Tokoh Pemuda Binjai Minta Pihak Terkait Lakukan Sidak SPBU. Yhudi William Pranata. (Foto: Dok Pribadi).
A A

nusantaraterkini.co, BINJAI - Masyarakat Indonesia dikejutkan oleh temuan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan tujuh tersangka dalam dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan prodak kilang PT Pertamina, Subholding dan kontraktor kontrak kerja sama ( KKKS) selama periode 2018 - 2023.

Tidak main - main kerugian negara yang di akibatkan oleh kasus ini sebesar Rp 193,7 Triliun. Salah satu modus dalam kejadian tersebut adalah , dimana minyak mentah dengan RON 90 (Pertalite) dibawahnya di duga di sulap menjadi RON 92 (Pertamax).

Baca Juga : Razia Kos-kosan, Tim Gabungan Temukan 10 Penghuni Positif Narkoba

Salah satu tersangka dalam perkara tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan (RS).

Dengan munculnya kasus ini, ke khawatiran mulai merebak di tengah masyarakat Sumatera Utara khususnya di .

Banyak yang mempertanyakan apakah Jenis Pertamax yang beredar di di wilayah Kota Binjai benar-benar sesuai standar atau justru merupakan hasil dari oplosan.

Baca Juga : Kasus Korupsi Minyak Mentah di Pertamina Diharapkan Tak Berdampak Ketersediaan BBM Lebaran

Merespon situasi ini, Yudhi William Pranata, selalu Kota Binjai mendesak pihak terkait, khususnya Binjai dan dinas terkait segera melakukan inspeksi mendadak () guna memastikan keaslian Pertamax yang beredar di Kota Binjai.

Yudhi yang juga aktivis HMI ini mengatakan bahwa langkah ini diperlukan agar masyarakat tidak merasa was-was saat menggunakan .

Menurutnya, Kota Binjai harus hadir dalam situasi ini untuk memberikan jaminan keamanan dan kualitas BBM kepada masyarakat.

"Jika terbukti ada penyimpangan distribusi atau kualitas BBM di Kota Binjai maka harus mengambil tindakan tegas terhadap tersebut," tegas Yudhi, Kamis (27/2/2025).

"Kasus korupsi ini masih dalam proses hukum namun dampaknya sudah mulai terasa di setiap daerah khususnya di Kota Binjai," sambungnya.

Yhudi juga berharap agar Pemerintah Daerah Kota Binjai harus berperan aktif bersama dengan pihak penegak hukum.

"Lakukan secara rutin ke SPBU yang ada di Kota Binjai untuk memastikan kembali ketersediaan dan kualitas BBM di Kota Binjai agar tetap terjamin," tutup Yudhi.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait